detikBali

Melihat Anjing-anjing Berlatih di Bali Elite K9

Terpopuler Koleksi Pilihan

Melihat Anjing-anjing Berlatih di Bali Elite K9


Aryo Mahendro - detikBali

I Wayan Suardana memperagakan saat melatih salah satu anjing di Bali Elite K9, Gianyar, Minggu (15/3/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)
I Wayan Suardana memperagakan saat melatih salah satu anjing di Bali Elite K9, Gianyar, Minggu (15/3/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)
Gianyar -

Belasan anjing menggonggong ketika detikBali memasuki area Bali Elite K9 di Jalan Padat Karya Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali. Di tempat itulah I Wayan Suardana melatih beragam jenis anjing agar mematuhi perintah majikannya.

"Kalau istilah profesionalnya obedience," kata Suardana yang bekerja sebagai dog trainer di Bali Elite K9, Minggu (15/3/2026).

Suardana mengatakan mayoritas anjing di pusat penitipan dan pelatihan anjing itu merupakan milik warga negara asing (WNA). Beberapa di antaranya ada anjing ras belgian, golden retriever, doberman, rottweiler, beagle, hingga anjing kampung atau disebut anjing geladak Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belasan anjing peliharaan itu baru tiga bulan disekolahkan di Bali Elite K9. Menurut Suardana, rerata anjing-anjing tersebut sudah berusia remaja. Mereka menempuh pelatihan dasar obedience standar selama empat bulan.

ADVERTISEMENT

"Idealnya dilatih di sini selama empat bulan. Anjing betina dan anjing jantan bisa semua. Mulai pelatihan saat (anjing) usia tiga bulan atau sudah remaja dan dewasa juga bisa. Asalkan anjingnya sehat, tidak kutuan, bersih, dan vaksinnya lengkap," kata Suardana.

Selain itu, pemilik juga perlu memiliki ikatan atau bonding dengan anjing peliharaannya. Caranya dengan diawasi saat anjing diberi makan dan rutin dielus. Menurut Suardana, hal itu dapat dilakukan selama sebulan. Setelah ikatan antara hewan dan pemilik sudah cukup terbentuk, anjing pun siap dilatih.

"Anjing ras dan anjing Bali sama saja. Harus ada bonding (ikatan), karena itu dasar dari obedience," kata Suardana.

Suardana menjelaskan obedience adalah pelatihan dasar anjing peliharaan atau anjing rumahan. Tujuan pelatihan itu agar anjing peliharaan dapat dikontrol oleh pemiliknya, meski punya perangai galak.

Salah satu teknik dasar obedience anjing yang diajarkan Suardana adalah menggunakan makanan kering sebagai tongkat komando. Makanan kering digenggam di tangan kiri, lalu disodorkan ke mulut anjing dengan telapak tangan sedikit terbuka agar. Tangan kiri memutar ke belakang, lalu ke atas.

Jika berhasil, anjing akan selalu mengikuti kepalan tangan berisi makanan itu. Suardana kemudian memberikan sedikit makanan dari kepalan tangan sebagai hadiah atau reward.

"Itu saja latihannya sebulan. Jadi, setelah dua bulan anjingnya dilatih, giliran saya melatih pemiliknya," imbuhnya.

I Wayan Suardana memperagakan saat melatih salah satu anjing di Bali Elite K9, Gianyar, Minggu (15/3/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)I Wayan Suardana memperagakan saat melatih salah satu anjing di Bali Elite K9, Gianyar, Minggu (15/3/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)

Modus yang sama juga dapat dilakukan dengan mainan atau bola. Jika sudah mahir, maka materi pelatihan selanjutnya adalah memerintahkan anjing agar mengikuti aba-aba tertentu. Aba-aba atau perintah dalam bahasa Inggris seperti sit, push, bell, spot, dan sleep biasa dilakukan selama pelatihan.

Meski begitu, ada kalanya terjadi kesalahan saat anjing mengeksekusi perintah tuannya. "Salah sedikit tidak masalah, tetap diberi makan sebagai reward. Intinya, mindset anjing itu bekerja untuk makan. Beda dengan kita manusia," ujar Suardana.

Anjing yang sudah dianggap lulus, dapat menjalani pelatihan lanjutan. Misalkan pelatihan begleithund atau companion dog yang fokus pada kepatuhan dasar, ketenangan, dan kontrol handler saat anjing berada di lingkungan umum.

Anjing yang sudah dilatih obedience juga dapat menjalani pelatihan lanjutan untuk membantu tim pencarian dan penyelamatan (SAR). Tempat pelatihannya berada di Kabupaten Tabanan.

"Jadi, pelatihan di sini supaya dapat dikontrol. Kuncinya, obedience itu tadi. Galak tidak masalah, yang penting dapat dikontrol pemiliknya," imbuhnya.

Suardana mengatakan pelatihan dasar obedience bertujuan untuk menciptakan kedisiplinan anjing. Meski sudah dilatih, Suardana tetap mengingatkan pemilik anjing tentang beberapa hal yang wajib dilakukan.

Pertama, pemilik anjing wajib mempraktikkan semua materi pelatihan secara konsisten. Kemudian, jangan pernah mengajak anjing peliharaan ke luar rumah tanpa dipasangi rantai kekang atau leash.

Menurut Suardana, anjing yang sudah terlatih tetap dapat terprovokasi dan berkelahi dengan anjing liar di jalanan hingga dapat membahayakan manusia. "Mungkin anjing kita sudah dilatih dengan baik. Tapi, anjing lainnya, belum tentu. Karena sekali si anjing pernah gigit orang, suatu saat dia bakal gigit orang lagi," tuturnya.

Berikutnya, pemilik hewan perlu menjaga kebersihan kandang. Anjing peliharaan rentan terserang penyakit bukan hanya karena belum divaksin, tetapi bisa juga disebabkan kondisi kandang yang tidak diperhatikan.

"Tapi jangan terlalu sayang dan jangan memanusiakan anjing. Tetap tempatkan dia di posisinya," pungkasnya.




(iws/iws)











Hide Ads