detikBali

Kasus LSD Sapi di Jembrana Meluas, Kecamatan Negara Terbanyak

Terpopuler Koleksi Pilihan

Kasus LSD Sapi di Jembrana Meluas, Kecamatan Negara Terbanyak


Sui Suadnyana, Adi Budiastrawan - detikBali

Petugas melakukan vaksinasi LSD di Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis (12/2/2026). (Dok. Pemkab Jembrana)
Foto: Petugas melakukan vaksinasi LSD di Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis (12/2/2026). (Dok. Pemkab Jembrana)
Jembrana -

Penyakit kulit berbenjol atau lumpy skin disease (LSD) di Jembrana, Bali, terus dipantau. Data per Kamis (12/2/2026), puluhan sapi dilaporkan mengalami gejala klinis (suspect) hingga dinyatakan positif terjangkit penyakit tersebut.

Kecamatan Negara menjadi wilayah dengan temuan kasus tertinggi dibandingkan empat kecamatan lain di Jembrana. Tercatat sebanyak 13 sapi berstatus suspect dan lima di antaranya telah positif LSD berdasarkan hasil uji laboratorium.

"Bulan lalu hanya ditemukan di empat kecamatan, kecuali Kecamatan Pekutatan. Namun, data terbaru kami ditemukan satu ekor sapi suspect LSD di Pekutatan," ungkap Kabid Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (13/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data per 12 Februari 2026, kasus LSD di setiap kecamatan, yakni Kecamatan Negara: 13 suspect, lima positif; Kecamatan Melaya: tujuh suspect, dua positif; Kecamatan Jembrana: lima suspect, satu positif; Kecamatan Mendoyo: dua positif; dan Kecamatan Pekutatan: satu suspect.

ADVERTISEMENT

"Status suspect diberikan bagi ternak yang menunjukkan gejala klinis khas LSD, sementara status positif ditetapkan berdasarkan hasil diagnosis yang diperkuat dengan pengujian laboratorium," ujar Sugiarta.

Pemerintah daerah terus menggenjot program vaksinasi guna membendung penyebaran virus yang menyerang kulit sapi dan kerbau ini. Hingga kini, ribuan ternak telah mendapatkan suntikan vaksin LSD. "Total vaksinasi LSD mencapai 1.136 ekor," ujar Sugiarta.

Rincian ternak yang telah divaksinasi mencakup 1.124 sapi dan 12 ekor kerbau. Vaksinasi massal ini diharapkan dapat membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) pada ternak sehingga angka kematian dan kerugian ekonomi peternak dapat ditekan.

"Masyarakat, khususnya peternak, diimbau untuk segera melaporkan kepada petugas medikvet terdekat jika menemukan ternak dengan gejala benjolan pada kulit agar segera mendapatkan penanganan," jelas Sugiarta.




(hsa/hsa)











Hide Ads