detikBali

Olah Sampah Mandiri, The Nusa Dua Tekan Sampah Keluar hingga 5 Persen

Terpopuler Koleksi Pilihan

Olah Sampah Mandiri, The Nusa Dua Tekan Sampah Keluar hingga 5 Persen


Fabiola Dianira - detikBali

Kawasan the Nusa Dua, ITDC di Kuta Selatan, Badung, Bali.
Ilustrasi - Kawasan The Nusa Dua, ITDC, di Kuta Selatan, Badung, Bali. (Foto: Agus Eka/detikBali)
Badung -

The Nusa Dua memperluas fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk mengelola sampah secara mandiri. Upaya ini dilakukan untuk menekan volume sampah yang keluar dari kawasan pariwisata kelas dunia itu hingga 5 persen.

General Manager Kawasan The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengungkapkan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) telah memiliki fasilitas pengolahan sampah di area Nursery Lagoon Kuta Selatan. Menurutnya, kawasan tersebut bisa memproduksi 35 ton sampah per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi 70 persen itu (sampah) organik. Kemudian sampah yang keluar kami sudah bisa tekan dari tahun lalu 18 persen. Sekarang sekitar lima persen yang keluar residunya," ujar Agus, Rabu (28/1/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, 70 persen sampah organik yang dihasilkan relatif lebih mudah diolah. Agus membeberkan luas lokasi pengolahan sampah di The Nusa Dua saat ini sekitar 2.500 meter persegi dan akan diperluas menjadi dua kali lipat.

Agus mengakui tantangan terbesar saat ini adalah pengelolaan sampah dari seluruh tenant. ITDC, dia berujar, tidak serta-merta mengambil alih pengelolaan sampah dari seluruh tenant. Terutama bagi tenant yang sudah memiliki sistem pengolahan sampah yang baik atau bekerja sama dengan pihak ketiga.

"Beberapa tenant yang menurut kami sudah bagus, ya bisa dilanjutkan. Kemudian kalau sudah bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki izin dan legal, itu bisa dilanjutkan. Karena itu ada faktor ekonomi yang berjalan di situ," imbuhnya.

ITDC menargetkan pengolahan sampah dari tenant-tenant dapat dilakukan secara terintegrasi di dalam kawasan. Sampah organik akan diolah oleh tenant maupun ITDC. Sedangkan, sampah lainnya akan disesuaikan dengan sistem pengolahan yang ada, termasuk kerja sama dengan pihak ketiga.

Di sisi lain, ITDC masih mempertimbangkan opsi penggunaan teknologi insinerator dan menunggu perizinan dari pemerintah. "Sebetulnya tahun 2024 kami sudah merencanakan. 2025 sebetulnya akan memiliki (insinerator). Kami sudah siap beli," ujarnya.



(iws/iws)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan









Hide Ads