Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) memulai program rejuvenasi kawasan The Nusa Dua pada 2026. Program ini dirancang berlangsung bertahap selama tiga tahun dengan fokus peningkatan kualitas infrastruktur, ruang publik, serta penguatan konsep pariwisata berbasis wellness.
Direktur Operasi ITDC Troy Warokka mengatakan, pembenahan jalan menjadi prioritas utama dalam program tersebut.
"Tapi yang paling penting saat ini adalah pengaspalan. Karena 52 tahun berdiri pengaspalannya belum dilakukan secara maksimal," ujarnya, Rabu (28/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peremajaan jalan dilakukan melalui overlay sepanjang sekitar 3,7 kilometer di sejumlah titik prioritas. Selain itu, kualitas jalan juga ditingkatkan guna mendukung keselamatan berkendara di kawasan The Nusa Dua.
Tak hanya jalan, ITDC juga membenahi pedestrian sepanjang 7,3 kilometer. Penataan ini disertai peningkatan sistem pencahayaan kawasan untuk mendukung keamanan, kenyamanan, sekaligus estetika lingkungan.
Penataan Pulau Peninsula
Penataan kawasan juga menyasar Pulau Peninsula yang menjadi ruang publik strategis di The Nusa Dua. Pembenahan dilakukan bertahap, dimulai dari penataan stage event agar lebih representatif.
Selain itu, ITDC akan menambah sejumlah fasilitas baru, salah satunya Wedding Chapel, serta fasilitas rekreasi lainnya.
"Wedding Chapel, nanti kita akan bikin, tempat wedding. Kemudian kita perbarui tempat-tempat yang di depan Peninsula ini banyak tempat-tempat yang akan kita jadikan tempat rekreasi barulah. Tempat orang-orang bisa berlatih kayak selancar dan lain-lain," jelasnya.
Akses menuju Water Blow juga diremajakan, disertai penataan atraksi untuk meningkatkan pengalaman wisatawan. ITDC turut memperbarui signage kawasan yang dinilai penting sebagai penunjuk arah bagi wisatawan.
Pengembangan Wellness Island Nusa Dharma
Sebagai adaptasi terhadap tren pariwisata global, ITDC mengembangkan Pulau Nusa Dharma dengan konsep Wellness Island. Kawasan ini dirancang sebagai ruang relaksasi yang lebih nyaman dengan penambahan fasilitas seperti bangunan yoga, meditasi, serta aktivitas wellness lainnya.
Pengembangan tersebut tetap dilakukan dengan menjaga karakter alam, budaya, dan spiritual Bali.
Troy menegaskan, seluruh proses rejuvenasi tidak akan mengganggu aktivitas wisata. Kawasan The Nusa Dua tetap dibuka dan dapat diakses tanpa pungutan tambahan.
"Tidak. Tidak ada. Jadi pengerjaan ini tidak ada penutupan kawasan. Justru kawasan ini harus tetap dibuka karena supaya orang juga lihat bahwa pengerjaan ini dilakukan untuk kenyamanan wisatawan,"
Melalui program rejuvenasi ini, ITDC menargetkan peningkatan kunjungan kawasan sebesar 10 persen sebagai salah satu indikator kinerja utama.
" Pastinya dengan rejuvenation tingkat kunjungan kawasan pengunjung harus lebih meningkat. Tadi sudah disampaikan peningkatan 10% menjadi satu KPI," tutupnya.
(dpw/dpw)










































