Terpopuler: Drama Helikopter Raffi-Ajik Krisna hingga Buronan Interpol Ditangkap

Tim detikBali - detikBali
Minggu, 25 Jan 2026 18:01 WIB
Buronan Interpol Costinel-Cosmin Zuleam menunduk saat digiring ke mobil tahanan di Polda Bali, Selasa (20/1/2026). (Foto: Abid Ahmad Ibrahim/detikBali)
Denpasar -

Sejumlah peristiwa besar yang terjadi di Bali sepanjang sepekan terakhir menyedot perhatian pembaca. Mulai dari insiden helikopter yang nyaris celaka ditumpangi Raffi Ahmad dan pengusaha Ajik Krisna, penangkapan buronan Interpol asal Rumania, hingga sorotan pemerintah pusat soal maraknya proyek real estate tanpa izin.

Insiden helikopter di wilayah Tabanan sempat membuat warga sekitar cemas setelah pesawat itu terlihat berputar-putar di tengah cuaca buruk. Klarifikasi dari Ajik Krisna mengungkap bagaimana penerbangan tetap dilakukan meski kondisi cuaca tidak ideal, karena keterbatasan waktu Raffi Ahmad.

Di sisi lain, Bali juga menjadi lokasi penangkapan buronan internasional kasus penyiksaan brutal yang masuk daftar orang paling dicari di Eropa. Pelarian Cosmin berakhir setelah aparat Indonesia bekerja sama dengan Interpol.

Masih di Bali, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi menyoroti rendahnya realisasi investasi sektor real estate. Temuan itu mengarah pada dugaan banyak proyek yang belum berizin namun sudah beroperasi, sehingga berdampak pada pendapatan daerah.

Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Alami Kecelakaan

Helikopter yang ditumpangi Raffi Ahmad bersama pengusaha asal Bali, Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna, nyaris mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk di wilayah Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali Utara. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (15/1/2026) dan sempat mengkhawatirkan warga setempat.

Kejadian tersebut mencuat setelah manajer Raffi Ahmad, Prio Bagja Anugrah, mengunggah video melalui akun Instagram @priotralala pada Jumat (16/1/2026). Video lain yang beredar di TikTok memperlihatkan helikopter terbang tidak stabil di tengah awan tebal di atas area persawahan dan permukiman.

Ajik Krisna kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Krisna Oleh-Oleh Bali. Ia menyebut penerbangan itu bertujuan meninjau pembangunan UMKM dan telah dikoordinasikan dengan BMKG. Namun, keterbatasan waktu Raffi Ahmad membuat penerbangan tetap dilakukan meski cuaca kurang mendukung.

Anom menjelaskan, cuaca mulai memburuk sekitar pukul 10.00 Wita saat helikopter hendak kembali ke Bandara Ngurah Rai. Dalam perjalanan, helikopter sempat masuk kabut tebal dan berputar selama beberapa menit. Penumpang sempat meminta pendaratan darurat, namun pilot meyakinkan kondisi masih aman hingga akhirnya mendarat dengan selamat.

Simak Video "Video: Kasus Penipuan Rp 210 Triliun, Buronan Interpol Asal China Ditangkap di Bali"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork