detikBali

6 Band Asal Bali yang Pernah Jajal Panggung Luar Negeri

Terpopuler Koleksi Pilihan

6 Band Asal Bali yang Pernah Jajal Panggung Luar Negeri


Devie Vyatri Permata Cahyadi - detikBali

Superman Is Dead saat ditemui di kawasan Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Superman Is Dead (SID). (Foto: Ahsan/detikhot)
Daftar Isi
Denpasar -

Bali melahirkan sederet musisi berbakat yang turut mewarnai industri hiburan Tanah Air. Selain penyanyi solo hingga gitaris bertalenta, sejumlah band asal Bali bahkan telah menembus panggung internasional.

Kehadiran band-band itu membuktikan eksistensi skena musik di Bali dapat diterima oleh penikmat musik global. Sebut saja Superman Is Dead (SID) hingga Navicula yang telah memperkenalkan identitas lokal Bali ke panggung luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak enam band asal Bali yang pernah menjajal panggung luar negeri seperti dirangkum detikBali berikut ini:

1. Superman is Dead (SID)

Superman Is DeadSuperman Is Dead. (Foto: Instagram Superman Is Dead)

Superman Is Dead kerap disematkan sebagai salah satu grup musik punk rock paling legendaris di Indonesia. Grup band ini terbentuk di Kuta, Bali, pada 18 Agustus 1995. Meski puluhan tahun bermusik, SID tetap bertahan dengan formasi awal, yaitu Bobby Kool (vokalis), Eka Rock (gitaris), dan Jerinx (drummer).

ADVERTISEMENT

SID pertama kali dikenal publik Tanah Air berkat album debut mereka bersama major label: Kuta Rock City (2003). SID telah mengarungi berbagai dinamika, suka dan duka, dalam perjalanan bermusik mereka. Termasuk dilempar botol oleh penonton hingga diteror saat manggung di suatu daerah.

Lagu-lagu SID menyuarakan isu sosial-politik, kaum marjinal, hingga kebebasan. Beberapa lagu populer mereka, antara lain Punk Hari Ini, Falling Down, Burn For You, Sunset di Tanah Anarki, Bulan dan Ksatria, hingga Jadilah Legenda.

Selain panggung dalam negeri, SID juga telah menjajal sejumlah panggung luar negeri seperti Australia, Amerika Serikat, dan Eropa. Salah satu panggung paling bergengsi yang pernah mereka jajal adalah Vans Warped Tour di California pada 2009.

2. Navicula

Navicula saat menggelar jumpa pers video klip Kembali ke Akar, Senin (6/6/2022)Navicula. (Foto: Triwidiyanti/detikBali)

Navicula merupakan band asal Denpasar, Bali, yang terbentuk pada 1996. Navicula dijuluki sebagai The Green Grunge Gentlemen lantaran lagu-lagu mereka konsisten mengangkat isu lingkungan dan ekologi.

Saat ini, Navicula digawangi oleh Robi (vokalis), Dankie (gitaris), Adi Purba (basis), dan Palel (drummer). Selain isu lingkungan, Navicula juga mengangkat isu-isu sosial lainnya, termasuk aktivisme, perdamaian, dan kebebasan.

Beberapa lagu populer mereka, antara lain Aku Bukan Mesin, Menghitung Mundur, Saat Semua Semakin Cepat Bali Berani Berhenti, Mafia Hukum, Busur Hujan, Di Rimba, Dinasti Matahari, hingga Kembali ke Akar. Navicula kerap menyisipkan elemen etnik serta genre blues yang khas dalam lagu-lagu mereka.

Tidak hanya populer di dalam negeri, Navicula juga pernah melalui tur luar negeri ke Amerika Serikat dan Kanada. Navicula meraih penghargaan bergengsi di Anugerah Musik Bali (AMB) pada 2019.

3. Scared of Bums

Unit melodic core-punk rock asal Bali, Scared Of Bums (SOB) melepas mini album mereka bertajuk Unit melodic core-punk rock asal Bali, Scared Of Bums (SOB). (Foto: Istimewa/Instagram scaredofbums_official)

Scared of Bums (SOB) merupakan grup musik melodic core-punk rock asal Bali. Band yang terbentuk pada 28 Desember 2002 ini diperkuat oleh Eka Bocare (vokal), Arx (bass), Eka Poglax (gitar), dan Nova (drum).

SOB mulai dikenal secara luas setelah memenangkan ajang LA Lights Indie Fest pada tahun 2007. Salah satu lagu hits mereka bertajuk Boring. Beberapa lagu lainnya, antara lain Jahanam, Impian, dan No Place Like Home .

Scared Of Bums juga pernah menggebrak panggung luar negeri dalam tur bertajuk Tiger On Fire Asean Tour pada 2013. Kala itu, mereka manggung di sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

4. The Hydrant

Band rockabilly asal Bali, The Hydrant. (Foto: Dok. The Hydrant)Band rockabilly asal Bali, The Hydrant. (Foto: Dok. The Hydrant)

The Hydrant adalah grup band asal Bali yang terbentuk pada 14 Agustus 2004. The Hydrant beranggotakan empat personel, yakni Vincent sebagai gitaris, Chris sebagai drummer, Marshello sebagai vokalis dan pemain harmonika, serta Adi sebagai basis.

The Hydrant dikenal sebagai salah satu pelopor genre musik rockabilly di Indonesia. Beberapa lagu hits mereka, antara lain Sisir Opa, Ku Jatuh Padamu, Lost In Seminyak, Whiskey Warriors, dan Jalan-Jalan.

The Hydrant tetap mempertahankan eksistensinya sebagai band skena yang mampu menembus pasar global. Mereka telah menjajal panggung internasional di beberapa festival bergengsi di luar negeri. Seperti negara Slovakia, Ceko, hingga Amerika Serikat.

5. Ludicia

Unit collective metal asal Bali, Ludicia saat menjajal panggung festival musik ekstrem Wacken Open Air di Jerman, awal Agustus 2022.Unit collective metal asal Bali, Ludicia saat menjajal panggung festival musik ekstrem Wacken Open Air di Jerman, awal Agustus 2022. (Foto: Istimewa)

Ludicia adalah unit collective metal asal Bali yang mencuat lewat album debut bertajuk Avontur. Mereka pernah menjajal panggung festival musik ekstrem Wacken Open Air di Jerman pada 2022.

Kala itu, Ludicia tampil di Headbangers Stage dan berkompetisi menghadapi band perwakilan dari 28 negara di ajang W:O:A Metal-Battle. Mereka bahkan sukses finis di posisi 6 dalam ajang tersebut!

Bagi pada metalhead, WOA adalah salah satu festival musik metal paling bergengsi di dunia. Sederet band papan atas dunia pernah tampil di sana, seperti Slipknot, Loudess, Judas Pierst, dan masih banyak lagi.

Saat ini, Ludicia diperkuat oleh formasi Christian (vokal), Gung Sincan (gitar), dan Monot (drums). Ludicia berhasil mencuri perhatian dengan aksi panggung atraktif dengan menampilkan unsur etnik tradisional Bali untuk menegaskan identitas mereka sebagai bagian dari Indonesian Metal.

6. Milledenials

Unit emogaze asal Bali, Milledenials. (Foto: Dok. Istimewa)Unit emogaze asal Bali, Milledenials. (Foto: Dok. Istimewa)

Milledenials dapat disebut sebagai generasi baru band Bali yang mendapat sambutan cukup hangat dari pendengar di luar daerah. Grup musik emogaze ini terbentuk pada tahun 2020.

Mereka tampil dengan sentuhan Midwest Emo dan Shoegaze Indie yang khas. Milledenials terdiri dari empat personel generasi millennial, yaitu Nadya (vokalis), Billy (basis), Made (gitaris), dan Bagus (gitaris).

Meskipun perjalanan karier mereka tergolong baru, Milledenials telah menorehkan sederet prestasi membanggakan. Band ini telah menjajal beberapa panggung luar negeri yaitu pada sebuah festival musik bergengsi di Korea Selatan. Mereka juga masuk dalam lineup Primavera a la Ciutat 2025, rangkaian dari festival musik bergengsi Primavera Sound di Barcelona, Spanyol.




(iws/iws)










Hide Ads
LIVE