detikBali
Regional

Seluruh Jasad Korban Pesawat ATR 42-500 Sudah Ditemukan

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Regional

Seluruh Jasad Korban Pesawat ATR 42-500 Sudah Ditemukan


Sahrul Alim - detikBali

Tim SAR gabungan mengumpulkan serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk. ANTARA FOTO/Muchtamir/Lmo/tom.
Proses evakuasi korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung (Foto: ANTARA FOTO/Muchtamir)
Makassar -

Seluruh jasad korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep ditemukan. Korban kesepuluh ditemukan pagi ini dengan kondisi tak utuh.

"Betul (korban terakhir ditemukan), korban yang kita temukan jenazah, namun ada bagian tubuh yang tidak lengkap," kata Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii di Lanud Hasanuddin, Jumat (23/1/2026).

Syafii mengungkapkan evakuasi jasad korban kesepuluh masih berlangsung. Sebab, jasad korban ditemukan di jurang 500 meter dari tempat penjemputan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, tim SAR sebelumnya lebih dulu menemukan 6 jenazah lain di lereng gunung pada Kamis (22/1). Dari 6 jenazah tersebut, 1 di antaranya sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar. Setelah itu 2 lainnya menyusul dievakuasi dan tiba di Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros pada Jumat (23/1) pagi.

"Pagi hari ini yang sudah terevakuasi 2 (jenazah), di lokasi (Gunung Bulusaraung) sebenarnya yang sudah siap di-pick up ada 3," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Namun 3 jenazah tersisa akan dievakuasi selanjutnya bersama 1 jenazah terakhir yang baru ditemukan pagi ini. Dia berharap seluruh proses evakuasi bisa rampung hari ini.

"Sehingga hari ini mudah-mudahan kita bisa mengevakuasi kembali 4 korban," tambah Syafii.

Sementara itu, Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi mengatakan, jenazah terakhir korban kecelakaan ditemukan di daerah jurang pegunungan.

"Lokasinya di coakan tebing atau jurang yang itu kalau ada sungai, apa namanya, hujan menjadi aliran air. Namun posisinya di dalam tetap menggunakan teknik-teknis khusus," tutur Dody.

"Ini sedang proses maka kita mendoakan, karena rekan-rekan turun ke bawah tadi dari pagi ini baru dilaporkan. Jadi kita bisa dibayangkan yang satu areal saja mereka harus turun ke dalam coakan jurang," imbuhnya.

Diketahui, sebanyak 10 orang menjadi korban pesawat ATR 42-500 PK-THT. Dari seluruh jenazah yang ditemukan, baru dua di antaranya yang sudah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Dua jenazah berhasil diidentifikasi yakni pramugari Florencia Lolita Wibisono dan pegawai Kementerian dan Kelautan (KKP) Deden Maulana. Dengan begitu, masih ada 8 jenazah lain yang akan dievakuasi dan diserahkan secara bertahap ke DVI untuk diidentifikasi.



(mud/mud)










Hide Ads