Internasional

Duh! Situasi Iran Bikin Makin Waswas, 2.000 Orang Tewas

Timd - detikBali
Rabu, 14 Jan 2026 09:19 WIB
Protes Anti Pemerintah Guncang Iran, Ratusan Orang Tewas. (Foto: via REUTERS/Stringer)
Denpasar -

Protes antipemerintah di Iran semakin memanas. Sejauh ini dilaporkan 2.000 orang tewas dalam aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung beberapa hari terakhir.

Dilansir dari detikNews, Rabu (14/1/2026), ribuan korban tewas itu disampaikan oleh seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya. Dia menyalahkan para "teroris" atas kematian warga sipil dan personel keamanan tersebut.

Untuk diketahui, Iran diguncang gelombang protes sejak 28 Desember lalu di kawasan Grand Bazaar Teheran. Saat itu, para demonstran yang sebagian besar pedagang dan pemilik toko memprotes memburuknya kondisi ekonomi, dengan mata uang rial Iran mengalami depresiasi tajam. Aksi protes kemudian meluas ke sejumlah kota lain dan berkembang menjadi gerakan yang lebih luas, menantang pemerintahan teokratis yang berkuasa sejak revolusi 1979.

Dalam beberapa hari terakhir, aksi demonstrasi di Iran semakin marak diwarnai kerusuhan dan kekerasan. Kepala Hak Asasi Manusia PBB mengaku terkejut dengan meningkatnya tindakan represif pasukan keamanan Iran terhadap para demonstran. Dia menegaskan kekerasan tersebut tidak boleh terus berlanjut.

"Siklus kekerasan mengerikan ini tidak dapat berlanjut. Rakyat Iran dan tuntutan mereka untuk keadilan, kesetaraan, dan kebenaran harus didengar," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh juru bicara kantor HAM PBB, Jeremy Laurence.

Kelompok HAM yang berbasis di Amerika Serikat (AS), Human Rights Activists News Agency (HRANA), seperti dilansir Associated Press, Selasa (13/1/2026), menyebutkan sedikitnya 646 orang tewas akibat penindakan keras otoritas Iran terhadap demonstran.

Jumlah korban itu mencakup 512 demonstran dan 134 anggota pasukan keamanan Iran. Lebih dari 1.000 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

HRANA juga melaporkan lebih dari 10.700 orang telah ditahan selama unjuk rasa yang berlangsung dua pekan terakhir. Penahanan disebut terjadi di 585 lokasi di berbagai wilayah Iran, termasuk 186 kota di seluruh 31 provinsi.

Data yang disampaikan HRANA dinilai akurat berdasarkan catatan kerusuhan sebelumnya di Iran dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru tersebut dilaporkan pada Selasa (13/1) pagi, dengan mendasarkan pelaporan pada jaringan pendukung HRANA di Iran yang melakukan pemeriksaan silang atas informasi yang diterima.

Simak Video "Video: Trump Klaim Iran Sudah Berhenti Eksekusi Pedemo"


(dpw/dpw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork