Kabar Duka dari Raisa, Ibunda Meninggal Dunia

Kabar Duka dari Raisa, Ibunda Meninggal Dunia

Prih Febriani - detikBali
Sabtu, 29 Nov 2025 09:26 WIB
ibu raisa
Foto: Potongan Instagram Stories kakak Raisa, Rinaldi yang mengabarkan ibundanya meninggal dunia. (dok instagram Rinaldi Nurpratama)
Bali -

Kabar duka datang dari penyanyi Raisa Andriana. Ibundanya, Ria Mariaty, meninggal dunia pagi tadi, Sabtu (29/11/2025). Kakak Raisa, Rinaldi Nurpratama menyampaikan kabar duka tersebut melalui Instagram Stories.

"Dengan penuh duka cita, kami ingin menyampaikan bahwa Ibu/almarhumah Ria Mariaty Binti Rachmat Ardiwinangoen telah berpulang ke Rahmatullah pada hari ini pukul 07.19 WIB di RS Dharmais," tulisnya dilihat detikcom, hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Cinere, Depok. Keluarga memohon doa dari semuanya atas kepergian beliau.

"Kami memohon doa dari keluarga, sahabat, kerabat, dan semua yang mengenal beliau agar Allah SWT menerima amal ibadah almarhumah. Mengampuni segala dosa dan kekhilafan, melapangkan kuburnya serta menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Ria Mariaty, memang menjalani perawatan di rumah sakit atas kanker yang diidapnya. Semalam, keluarga juga berkumpul di rumah sakit.

Rinaldi Nurpratama memang selalu membagikan perkembangan kesehatan ibundanya dalam Instagram miliknya. Dalam unggahan Rinaldi, kondisi Ria Mariaty sempat membaik. Banyak perkembangan yang terjadi sejak terakhir kali melakukan kemoterapi.

"Semenjak terakhir kali chemotherapy 29 April 2025 banyak sekali perkembangan Ibu, dilanjutkan dengan imunoterapi 11 kali. Pada 11 September Ibu di check pet scan, Alhamdulillah hasilnya sangat positif, banyak kanker tidak aktif lagi, hanya sisa sedikit yang masih hidup," buka Rinaldi dalam Instagram miliknya dilihat detikcom, Selasa (30/9).

Tapi beberapa setelahnya, sang ibunda merasakan sesak napas. Rinaldi Nurpratama menuturkan ibundanya memang memiliki penyakit asma.

"Beberapa hari setelah itu Ibu mulai merasa sesak (memang punya asma), lalu tanggal 18 September kami antar untuk imunoterapi ke-12 dengan keadaan sesak. Hasil darah menunjukkan banyak yg harus dikoreksi, dokter sarankan rawat inap. Setelah 5 hari tidak ada peningkatan, tanggal 22 September Ibu masuk HCU," katanya.

Ternyata, setelah tiga hari kemudian, sesak tersebut makin parah. Akhirnya dokter memutuskan memasang ventilator agar membantu pernapasan.

"Selama 3 hari sesak makin parah, kecemasan memperburuk, tanggal 24 September dokter putuskan pasang Ventilator agar pernafasannya dibantu. Setelah itu dilakukan bronkoskopi, ditemukan saluran udara hampir tertutup oleh sel kanker aktif. Dokter langsung lakukan cryosurgery, Ibu dipindahkan ke RS Dharmais 25 September, Alhamdulillah berhasil, jalur napas dibersihkan. Namun, ibu tetap harus radioterapi agar tidak tumbuh lagi," jelasnya.

Artikel ini sudah tayang di detikHot, baca selengkapnya di sini!




(hsa/hsa)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads