Ramai Usulan Ubah Makan Bergizi Gratis Jadi Uang Tunai hingga Respons Istana

Herdi Alif Al Hikam - detikBali
Minggu, 21 Sep 2025 08:15 WIB
Sejumlah siswa yang keracunan setelah menyantap MBG dirawat di Puskesmas Empang, di Kabupaten Sumbawa, NTB, Rabu (17/9/2025). (Dok. Pribadi Sekdes Gapit)
Jakarta -

Banyaknya kasus siswa keracunan akibat mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan. Muncul usulan agar pemerintah mengubah skema pemberian makanan gratis itu menjadi uang tunai.

Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Charles Honoris menyoroti standar operasional prosedur (SOP) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kurang baik. Dia curiga kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah akibat tidak dijalankannya SOP Badan Gizi Nasioal (BGN) oleh SPPG.

Charles mendorong BGN mencoba pola lain dalam penyediaan makan bergizi gratis. Salah satu pola yang dia usulkan adalah memberikan uang kepada orang tua siswa agar bisa menyiapkan makan bergizi untuk anak masing-masing.

"Bahkan opsi memberikan uang kepada orang tua murid misalnya. Sehingga orang tua murid bisa menyediakan makanan sendiri untuk anak-anaknya," ujar Charles kepada wartawan, Jumat (19/9/2025), dikutip dari detikFinance.

Catatan detikBali, kasus siswa keracunan menu MBG baru-baru dialami ratusan siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (17/9). Ratusan siswa itu mengeluhkan mual, muntah, sakit perut, hingga mencret setelah menyantap makanan gratis itu.



Simak Video "Video: Ratusan Siswa-Guru di Tulung Klaten Diduga Keracunan MBG Sop Galantin"


(iws/iws)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork