Warga Denpasar-Badung Diminta Simpan Sampah di Rumah Selama KTT G20

KTT G20

Warga Denpasar-Badung Diminta Simpan Sampah di Rumah Selama KTT G20

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Senin, 14 Nov 2022 18:34 WIB
TPA Suwung ditutup selama hajatan G20 di Nusa Dua, Bali
TPA Suwung ditutup selama hajatan G20 di Nusa Dua, Bali. (Foto: Dok.Detikcom)
Denpasar -

Warga di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung diminta untuk menyimpan sampah sementara di rumah saat perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi The Groups of Twenty (KTT G20). Sampah yang diminta ditahan di rumah yakni yang tidak menimbulkan bau atau tidak mengganggu kesehatan.

"Diharapkan menyimpan dulu sampah-sampah yang dipilah sehingga tidak mengganggu kesehatan," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali I Made Teja saat dihubungi detikBali, Senin (14/11/2022).

Sementara itu, sampah yang menimbulkan bau atau berpotensi membahayakan kesehatan ditangani oleh Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS-3R). Sebab, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarbagita ditutup sementara di tengah perhelatan KTT G20.


"Jadi sampah-sampah yang dipilah-pilah itu supaya bisa dulu ditempatkan di rumah. Kemudian yang terasa agak berbau dan sebagainya saya kira di TPS-3R ditempatkan, biar diproses di sana dulu," jelasnya

Teja menjelaskan, bahwa pihaknya sejak 29 OKtober sudah menyampaikan kepada dinas yang menangani sampah di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung mengenai penanganan sampah saat KTT G20. Sebab pihaknya melakukan penutupan terhadap TPA Sarbagita pada 14 sampai 17 November 2022.

Atas adanya penutupan itu, pihak dinas yang menangani sampah di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung diberikan untuk mengirim semua residu hasil pengolahan di TPS-3R ke TPA Sarbagita dari 29 OKtober sampai 12 November 2022. Dengan begitu, TPS-3R siap untuk menampung sampah masyarakat selama TPA Sarbagita ditutup sementara.

"Nah sampah-sampah masyarakat itu sekarang disiapkan di TPS 3R untuk disimpan sementara sekaligus dilakukan pemilahan sampahnya. Itu yang kami lakukan. Ya mudah-mudahan sampai tanggal 17 bisa berjalan dengan baik diharapkan semua pihak untuk membantu," terangnya.

Teja mengklaim, bahwa situasi penanganan sampah di tengah penutupan sementara TPA Sarbagita kini dalam situasi yang kondusif. Pihaknya mengaku terus melakukan pemantauan di lapangan dan berharap adanya kesadaran masyarakat dalam penanganan sampah selama KTT G20.

"Jadi kita harapkan kesadaran masyarakat juga. Ini kan event yang sangat luar biasa ini untuk menjaga citra Bali. Tapi setelah G20 mari kita kembali melakukan upaya-upaya melakukan pengurangan sampah di rumah tangga," ajaknya.



Simak Video "Melihat Lokasi KTT G20 yang Bakal Digelar Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/hsa)