20 Kasus Bunuh Diri di Karangasem; Tak Kuat Tahan Sakit Menahun

Fenomena Bunuh Diri di Bali

20 Kasus Bunuh Diri di Karangasem; Tak Kuat Tahan Sakit Menahun

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Jumat, 30 Sep 2022 17:43 WIB
Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna
Kapolres Karangasem AKBP Ricko AA Taruna. Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali
Karangasem -

Kepolisian Resor (Polres) Karangasem mencatat angka bunuh diri di 'Bumi Lahar' sejak Januari-September 2022 ada sebanyak 20 kasus. Faktor utamanya terbanyak disebabkan karena menderita penyakit menahun lalu disusul ekonomi.

Kapolres Karangasem, AKBP Ricko AA Taruna mengungkap kasus bunuh diri di Karangasem paling banyak dialami masyarakat yang sudah lanjut usia kisaran 50-65 tahun. Sebab di usia tersebut banyak masyarakat Karangasem yang mengalami sakit menahun.

"Kebanyakan masyarakat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri diakibatkan karena penyakit menahun yang diderita sejak lama dan tidak kunjung sembuh. Selain itu masalah ekonomi yang tidak kunjung membaik juga menjadi salah satu faktor utama lainnya dan yang terakhir karena depresi," papar AKBP Ricko Taruna, Jumat (30/9/2022).

AKBP Ricko AA Taruna mengatakan 20 kasus bunuh diri tersebut bisa dibilang cukup banyak dalam kurun waktu satu tahun mengingat tahun 2022 masih belum berakhir.

"Jumlah segini bisa dibilang cukup banyak, karena tahun 2022 ini masih belum berakhir," kata AKBP Ricko Taruna, Jumat (30/9/2022).

Door to Door untuk Tekan Angka Bunuh Diri


Terkait dengan banyaknya kasus bunuh diri di Kabupaten Karangasem, AKBP Ricko Taruna juga mengaku sudah menginstruksikan masing-masing Bhabinkamtibmas yang ada di setiap desa agar lebih aktif melakukan pengawasan. Terutama jika menemukan masyarakat yang sedang mengalami sakit menahun maupun ekonominya rendah.

"Kita melalui Bhabinkamtibmas sudah berusaha untuk memberikan pengertian kepada masyarakat secara door to door. Hal tersebut kita lakukan dengan harapan angka kasus bunuh diri di Karangasem bisa diminimalisir," jelas AKBP Ricko Taruna.

Door to door yang dimaksud adalah, jika menemukan masyarakat yang punya sakit menahun, Bhabinkamtibmas akan berusaha menghadirkan petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang memiliki penyakit menahun.

"Seperti contoh sejak beberapa bulan yang lalu kita sudah berusaha memberikan obat-obatan, kursi roda dan yang lainnya untuk masyarakat yang punya sakit menahun," papar AKBP Ricko Taruna.

Sedangkan untuk masyarakat dengan kondisi ekonomi yang rendah, Polres Karangasem melalui Bhabinkamtibmas juga sudah menyalurkan sembako untuk menyasar masyarakat yang membutuhkan. Semua itu dilakukan supaya kasus bunuh diri di Kabupaten Karangasem bisa diminimalisir.



Simak Video "Dramatis! Evakuasi ABG Panjat Tiang Sutet Diduga Hendak Bunuh Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/hsa)