Gelar Kehormatan Jokowi Bertambah Jadi 13, Ini Daftarnya

Gelar Kehormatan Jokowi Bertambah Jadi 13, Ini Daftarnya

Tim detikcom - detikBali
Rabu, 28 Sep 2022 15:32 WIB
Jokowi di Ternate
Foto: Presiden Jokowi saat di Ternate. (Sekretariat Presiden)
Bali -

Gelar kehormatan yang diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertambah. Yang terbaru, Jokowi mendapat gelar dari Kesultanan Ternate. Yakni gelar kehormatan Dada Madopo Malomo. Total, kini Jokowi punya 13 gelar kehormatan.

Ada beberapa alasan mengapa gelar kehormatan itu diberikan kepada Jokowi. Kebanyakan diberikan sebagai penghargaan karena Jokowi dinilai peduli terhadap pelestarian adat.

Berikut deretan gelar kehormatan yang diberikan kepada Jokowi:


1. Ki Jaka Winata

Gelar Ki Jaka Winata diberikan kepada Jokowi pada tahun 2014 lalu. Gelar ini diberikan oleh masyarakat adat Kampung Naga, Garut, Jawa Barat. Saat itu, Jokowi masih menjadi calon presiden.

"Kami mewakili kampung naga atas nama masyarakat adat, kami memberikan gelar kehormatan bagi Ir. H. Joko Widodo dengan gelar Ki Jaka Winata," ujar tokoh adat Kampung Naga, Ki Ade Suherli, pada 3 Juli 2014.

Tak hanya itu, Jokowi juga dikalungi kain perguruan silat Pasundan asuhan Uyut Sani. Kain itu berwarna hitam dan bergambar kujang.

"Tidak sembarang orang bisa pakai kalung itu. Apalagi yang memberikan langsung adalah sesepuh kami Uyut Sani. Bukan main-main itu karena cuma satu di dunia," ujar salah seorang anggota perguruan tersebut.

2. Biji Nagara Madafalo

Pada tahun 2015, Jokowi juga mendapatkan gelar kehormatan dari Kesultanan Tidore, Maluku Utara. Kala itu, Jokowi dianugerahi gelar Biji Nagara Madafalo atau Yang Dipertuan Agung Anak Negara.

Sultan Tidore Haji Husain Syah saat itu menggelar upacara khusus untuk menganugerahkan gelar tersebut di sela-sela kunjungan kerja Presiden Jokowi di Ternate. Upacara penganugerahan digelar di Istana Kesultanan Tidore.

Dengan mengenakan jubah kebesaraan Kerajaan Tidore berupa gamis warna putih, Jokowi mengikuti upacara untuk menerima gelar tersebut dengan didampingi Ibu Negara Iriana. Kemudian, Sultan Tidore memberikan piagam kepada Jokowi.

"Saya Sultan Tidore Haji Husain SH, khalifatul mukaram, memerintahkan terhadap jin dan manusia, dengan ini mengangkat gelar kehormatan kepada saudara saya Bapak Joko Widodo, Presiden RI sebagai Biji Nagara Madafolo atau Yang Dipertuan Agung Anak Negara," kata Sultan Tidore seperti dikutip setkab.go.id, 8 Mei 2015.

Sultan menjelaskan, gelar Biji Negara Madafolo diberikan pada Presiden Jokowi sebagai bentuk pelestarian adat. Selain itu, Jokowi juga dianggap telah berjasa menjunjung tinggi ada kebudayaan di Kesultanan Tidore.

3. Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho Maluku

Jokowi juga mendapat gelar kehormatan Upu Kalatia Kenalean Da Ntul Po Deyo Routnya Hnulho. Gelar itu diberikan masyarakat adat Maluku pada tahun 2017 lalu. Gelar adat ini diberikan atas dasar keputusan majelis adat Maluku yang terdiri atas tetua adat atau Latupati.

Gelar adat kehormatan itu diberikan lantaran Jokowi dianggap sebagai pemimpin besar yang peduli terhadap kesejahteraan hidup masyarakat adat Maluku.

"Saya merasa sangat terhormat sekali dan mengucapkan terima kasih atas penganugerahan gelar adat kehormatan Maluku kepada saya. Saya memahami bahwa gelar ini disertai dengan tanggung jawab untuk memajukan Maluku, untuk menyejahterakan rakyat Maluku," kata Jokowi menyambut gelar kehormatan itu di Kristiani Center Ambon, Maluku pada 24 Februari 2017.

Gelar itu diterima Jokowi di sela kunjungan kerjanya ke Provinsi Maluku. Jubah kebesaran, kain ikat pinggang, kain bahu, mahkota kebesaran, dan tongkat adat kehormatan diberikan kepada Jokowi dari Ketua Majelis Latupati Maluku Bonafaxius Silooy. Jokowi berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan warga Maluku ini.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.