Pangeran Harry dan Meghan Markle Terancam Diasingkan Raja Charles III

Pangeran Harry dan Meghan Markle Terancam Diasingkan Raja Charles III

tim detikHot - detikBali
Rabu, 28 Sep 2022 08:56 WIB
LONDON, ENGLAND - JUNE 03: Meghan, Duchess of Sussex and Prince Harry, Duke of Sussex attend the National Service of Thanksgiving at St Pauls Cathedral on June 03, 2022 in London, England. The Platinum Jubilee of Elizabeth II is being celebrated from June 2 to June 5, 2022, in the UK and Commonwealth to mark the 70th anniversary of the accession of Queen Elizabeth II on 6 February 1952.  on June 03, 2022 in London, England. The Platinum Jubilee of Elizabeth II is being celebrated from June 2 to June 5, 2022, in the UK and Commonwealth to mark the 70th anniversary of the accession of Queen Elizabeth II on 6 February 1952. (Photo by Samir Hussein/WireImage,)
Pangeran Harry dan Meghan Markle. Foto: WireImage/Samir Hussein
Bali -

Pangeran Harry dan Meghan Markle terancam diasingkan secara permanen oleh Raja Charles III. Seperti diketahui, mereka memutuskan mundur sebagai anggota senior keluarga kerajaan dan memilih tinggal di Amerika Serikat.

Salah satu sahabat sang raja mengungkapkan, Kerajaan Inggris berniat mengulang sejarah Edward VIII dan Wallis Simpson, yang turun takhta demi cinta. Pangteran Harry dan Meghan Markle disebut akan mengalami hal sama beberapa tahun ke depan.

"Keluarga kerajaan menangani krisis turun takhta dengan mengasingkan Edward. Artinya, Edward dan Wallis dilihat sebagai sosok yang tidak penting, sesat, tidak setia, dan bahkan berbahaya bagi hampir seluruh rakyat Inggris," ungkapnya, seperti dilansir dari detikHot.


"Hal yang sama sebenarnya sudah terjadi dengan Harry dan Meghan, yang mungkin akan terjadi beberapa tahun ke depan di bawah pemerintahan Raja Charles III. Dan tentu saja anak kedua yang bandel bukan ancaman eksistensial bagi struktur monarki daripada raja yang bandel," lanjutnya.

Sebagai informasi, Edward VIII merupakan kakak laki-laki Raja George VI, yang merupakan ayah Ratu Elizabeth II. Edward VIII memilih turun takhta demi kekasihnya, Wallis Simpson, dan digantikan Raja George VI. Edward VIII kemudian memutuskan tinggal di Prancis, dan aksesnya ke Inggris dibatasi.

Dari sinilah julukan 'ratu yang tak direncanakan bertakhta' untuk Ratu Elizabeth II mulai muncul. Pasalnya, sang ayah George VI tidak akan pernah menjadi raja, jika Edward VIII tidak turun takhta.

Mantan Staf Istana Buckingham menyebut ada kode tertentu dalam pernyataan aksesi Raja Charles III. Dalam pernyataannya, Raja Charles III mendorong Meghan Markle dan Pangeran Harry 'terus membangun kehidupan mereka di luar negeri'.

Ucapan ini diartikan sebagai permintaan Raja Charles III agar Meghan Markle dan Pangeran Harry tidak mengganggu pemerintahannya. Dengan cara anak dan menantunya itu tidak sering bepergian ke Inggris.

"Harry dan Meghan tetap akan diundang menghadiri acara penobatan. Tapi mungkin tidak akan duduk di kursi depan dan duduk bersama Beatrice dan Eugenie, seperti saat di pemakaman. Charles adalah sosok kejam kalau bicara soal melindungi mahkotanya. Artinya, ia harus menjaga Harry dan Meghan sejauh mungkin dari pusat gravitasi," pungkasnya.



Simak Video "Pangeran Harry Disebut Tahu Kematian Ratu Elizabeth dari Internet"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)