Isabel-Melati; 2 Gadis Bali yang Disorot Menteri karena Perangi Sampah

Kisah Inspiratif

Isabel-Melati; 2 Gadis Bali yang Disorot Menteri karena Perangi Sampah

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Rabu, 28 Sep 2022 08:54 WIB
Isabel (kanan) dan Melati Wijsen, dua gadis belia asal Bali yang jadi sorotan karena perangi sampah plastik
Isabel (kanan) dan Melati Wijsen, dua gadis belia asal Bali yang jadi sorotan karena perangi sampah plastik. (Foto: Dok. Bye-bye Plastik Bag)
Nusa Dua -

Ada moment haru dan membanggakan saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri acara World Tourism Day 2022 di Bali, Selasa (27/9/2022) kemarin.

Di sela acara, Menparekraf sempat menyebut dua nama gadis belia asal Bali karena kiprahnya memerangi masalah sampah plastik.

Dia adalah Isabel dan Melati Wijsen.


Menurut Sandiaga, polusi plastik sekitar satu dekade lalu menjadi isu yang sangat serius di Bali. Pada saat itu, polisi sampah plastik coba diatasi oleh dua gadis bersaudara dari Bali bernama Isabel dan Melati Wijsen yang masing-masing baru berusia 12 dan 10 tahun.

"Alih-alih hanya mengabaikan masalah polusi plastik dan mengharapkan orang dewasa untuk menyelesaikannya, mereka justru berusaha mengatasinya sendiri," kaya Sandiaga di acara World Tourism Day.

Kedua remaja ini, kata Sandiaga, membangun sebuah organisasi, melakukan petisi yang mengumpulkan 100 ribu tanda tangan dan akhirnya mengumpulkan cukup banyak dukungan publik.

Hal ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk akhirnya melarang kantong plastik sekali pakai.

Kata Sandiaga, kedua gadis ini menunjukkan bagaimana menggunakan krisis sebagai batu loncatan untuk melompat lebih tinggi. Krisis polusi plastik diubah menjadi gerakan untuk melarang kantong plastik.

"Seperti yang pernah dikatakan Winston Churchill bahwa never let a good crisis go to waste. Artinya krisis ini harus dimanfaatkan sebagai jembatan untuk mereformasi, menata, dan mengarahkan ulang agar kembali lebih kuat," jelas Sandiaga.

Sandiaga mengatakan, Indonesia telah menandatangani Deklarasi Glasgow pada 7 Juli 2022 dan juga sebagau negara ASEAN pertama yang berkomitmen untuk net zero emission di sektor pariwisata.

Sandi berharap komitmen ini dapat membawa Indonesia menuju net zero emission dan mengembangkan masa depan pariwisata Indonesia lebih berkelanjutan.

Di sisi lain, Bali menyebut Bali menjadi tempat yang sempurna untuk merayakan Hari Pariwisata Dunia atau World Tourism Day yang berlangsung pada 27 September 2022.

"Bali adalah tuan rumah yang sempurna untuk acara World Tourism Day. Bukan hanya karena keindahannya yang memancarkan harapan. Namun karena Bali juga berada di garda terdepan dalam transformasi pariwisata di Indonesia," kata Sandiaga Uno.

Sandi menuturkan, pemerintah Indonesia baik di tingkat nasional maupun lokal memang berperan penting dalam mendukung transformasi pariwisata di Bali pascapandemi.

Namun masyarakat Bali sendirilah yang kerap kali menjadi leader dalam menghadirkan gerakan perubahan.

Masyarakat Bali telah menunjukkan peran penting masyarakat dalam membawa perubahan dan membantu mewujudkan pariwisata yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.



Simak Video "Inovatif! Satpam Ini Sulap Sampah Plastik Jadi BBM"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/hsa)