Koster soal Tiket Pesawat ke Bali Mahal: Dulu Enak PP Rp 3 Juta

Koster soal Tiket Pesawat ke Bali Mahal: Dulu Enak PP Rp 3 Juta

I Wayan Sui Suadnyana - detikBali
Rabu, 21 Sep 2022 17:11 WIB
Suasana di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Jumlah penumpang yang dilayani di Bandara Ngurah Rai tembus di angka 1 juta orang sepanjang Mei 2022.
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Foto: Istimewa
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster menanggapi terkait mahalnya tiket pesawat menuju Bali. Menurutnya, harga tiket pesawat saat ini relatif tinggi jika dibandingkan dengan harga dulu.

Ia menyebut dulu penumpang bisa mendapatkan harga tiket pesawat pulang pergi Rp 3 juta. Hal ini berbeda dengan sekarang yang harganya lebih tinggi.

"Kalau dulu kan enak, PP (pulang-pergi) Rp 3 juta. Sekarang kan jadi tinggi," kata Koster usai peresmian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), di Jalan Tol Bali Mandara, Rabu (21/9/2022).


Koster mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam menyikapi tingginya harga tiket pesawat ke Bali. Koster pun meminta agar harga tiket bisa diturunkan dan jumlah frekuensi penerbangan ditambah.

Menurut Koster, Menhub Budi Karya Sumadi merespons positif atas pembicaraan tersebut, dan penurunan harga tiket pesawat kini masih sedang dalam proses. Meski demikian, Koster enggan membeberkan berapa harga tiket pesawat ideal untuk wisatawan domestik ke Bali.

"Enggak bisa saya tunjukkan," tutur Koster.

Di sisi lain, Koster mengungkapkan, kendala pemulihan pariwisata Bali tidak hanya karena harga tiket pesawat mahal. Namun ada kendala lain, salah satunya daya beli masyarakat yang belum pulih di situasi pandemi.

"Enggak (tiket pesawat jadi satu-satunya kendala), tentu juga ada daya beli masyarakat belum pulih," ucap Koster.

Ia menuturkan, mahalnya tiket pesawat memang cukup berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan domestik ke Bali. Meski demikian, tiket pesawat mahal tak berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara.

"Jadi berpengaruh terhadap wisatawan domestik, kalau yang mancanegara malah sekarang cenderung naik," ungkap Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng itu.

Menurut Koster, para wisatawan domestik biasanya berkunjung ke Bali dengan keluarga. Karena itu, kenaikan harga tiket juga berdampak pada keluarga yang diajak oleh wisatawan domestik tersebut.

"Kenaikan (tiket pesawat) itu akan berdampak pada keseluruhannya. Jadi kalau satu keluarga empat orang, empat kali sekian, ya jadi cukup tinggi harga tiketnya," jelas Koster.



Simak Video "Kantor Gubernur Bali Digeruduk Warga Intaran, Tolak LNG di Mangrove"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)