Pihak Bripka RR Ungkap Sambo Kumpulkan Bawahan di Provos Pasca Yosua Tewas

Pihak Bripka RR Ungkap Sambo Kumpulkan Bawahan di Provos Pasca Yosua Tewas

Tim detikNews - detikBali
Selasa, 13 Sep 2022 17:48 WIB
Pengacara Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, Erman Umar (Azhar-detikcom)
Foto: Pengacara Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, Erman Umar (Azhar-detikcom)
Jakarta -

Pengacara Bripka Ricky Rizal (RR), Erman Umar, mengungkap mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo sempat meminta anak buahnya berkumpul di Provos diduga untuk membuat skenario pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Namun Erman tak menjelaskan siapa saja yang ikut berkumpul.

"Itu kalau tidak salah itu mungkin di Provos, itu mungkin Sambo yang berperan di situ. Saya tidak ingat betul karena saya tidak baca lengkap ya, karena tebal juga, jadi baru sepintas saya lihat dia pernah, sebelum BAP, itu dikumpulkan," kata Erman di gedung Bareskrim Polri, Selasa (13/9/2022), dikutip dari detikNews.

Erman mengatakan skenario awal untuk menutup kasus pembunuhan Yosua dirancang oleh Ferdy Sambo. Dia mengatakan Sambo dan anak buahnya berkumpul pada malam hari setelah penembakan di rumah dinas Sambo.


"Iya, jadi siapa lagi kalau bukan Sambo, tapi mungkin Sambo sudah mengatur. (Perkumpulan) malam itu," katanya.

"Ya karena mana bisa ngarang, pasti ada yang membantu, ya itulah mungkin obstruction of justice," imbuhnya.

Erman juga mengatakan tak ada uang yang diberikan ke Ricky saat Sambo mengumpulkan anak buahnya itu. Dia juga menegaskan Ricky tak pernah meminta uang ke Sambo.

"Uang itu sebenarnya setelah mereka membuat skenario rekayasa. Jadi bukan pada saat awal itu dikasih duit. Dan dia (Ricky) pun tidak berharap juga, ngapain?" katanya.

"Dan Sambo juga kayak diplomasi aja. Dia gerakin gitu. Mungkin kalau bisa juga di mata batinnya RR dan teman-teman yang lain, bahwa Sambo merasa penyesalan bahwa kami menjadi korban. Jadi kan butuh biaya, mungkin gitu kali. Tapi bukan niat dan bukan apa apa," tambahnya.

Ricky merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Yosua. Dia dijerat sebagai tersangka bersama Irjen Ferdy Sambo, Bharada Eliezer, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi.



Simak Video "JPU Cecar Acay soal Bukti Acara Resepsi di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)