Efek Kenaikan BBM, Apa Kabar Harga Nasi Kuning dan Bubur Ayam?

Efek Kenaikan BBM, Apa Kabar Harga Nasi Kuning dan Bubur Ayam?

detikFinance - detikBali
Senin, 05 Sep 2022 09:16 WIB
5 Nasi Kuning dan Uduk Porsi Brutal yang Murah Meriah
Foto: Ilustrasi nasi kuning. (YouTube/Kubiler)
Jakarta -

Kenaikan harga BBM mulai Sabtu 5 September lalu langsung memicu kenaikan di beberapa sektor lain. Misalnya harga makanan. Meski demikian, masih ada beberapa pedagang makanan di Jakarta yang bertahan dengan harga lama. Terutama yang pelanggannya dari kelas menengah ke bawah.

Salah satunya Asep pedagang nasi kuning di daerah Jagakarsa yang mengaku belum berani menaikkan harga jualannya. Kenapa ya? "Harga berasnya juga belum naik, jadi nasi kuningnya masih harga lama," kata Asep kepada detikcom di lokasi, Senin (5/9/2022).

"Nanti kalau biaya kirim beras dari sawah ke sini naik, baru (harga nasi kuning naik) tuh," kata pria asal Tasikmalaya ini.


Asep masih menjual nasi kuning Rp 8.000 per porsi. Isinya nasi kuning, bihun, tempe orek, dan telur suwir. Harga gorengan yang dia jual juga masih Rp 2.000 per buah.

Hal yang serupa disampaikan pedagang bubur di wilayah yang sama bernama Dadan. Biaya modal yang ia keluarkan belum naik, sehingga ia masih menahan harga jual buburnya.

"Kalau langsung naik juga takutnya yang beli berkurang. Mungkin nanti minggu depan (naik harga)," kata Dadan kepada detikcom.

Dadan masih menjual buburnya Rp 10.000 per porsi. Untuk sate usus dan telur puyuh masih dijual Rp 2.000 per buah.



Simak Video "Kenaikan Harga BBM Disambut Barisan Kritik Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(hsa/hsa)