Komnas Perempuan Sebut Trauma Istri Sambo Tak Mengada-ada

Tim detikNews - detikBali
Kamis, 18 Agu 2022 16:58 WIB
Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah
Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah (Tiara Aliya/detikcom)
Bali -

Trauma yang dialami istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, disebut tidak mengada-ada. Hal tersebut ditegaskan oleh Komnas Perempuan berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan LPSK.

"Dari penyataan LPSK, sudah terkonfirmasi bahwa Ibu Putri memang mengalami depresi dan PTSD (gangguan stres pascatrauma). Jadi trauma yang dialaminya bukan mengada-ada," kata Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah kepada wartawan, Kamis (18/8/2022) dikutip dari detikNews.

"Karenanya, proses dan cara permintaan keterangan Ibu Putri tidak boleh memperburuk dampak yang dialaminya," sambungnya.


Siti menambahkan, Komnas Perempuan merekomendasikan agar istri Ferdy Sambo mendapatkan penanganan dari tim yang komprehensif. Menurut Siti, hal itu dilakukan untuk membantu Putri pulih dari trauma, sehingga dapat bersaksi.

"Sedari awal kami merekomendasikan agar Ibu Putri ditangani tim yang komprehensif yang terdiri dari psikiater, psikolog klinis dan tenaga kesehatan untuk membantunya pulih dan dapat memberikan kesaksiannya," katanya.

Siti juga memastikan bahwa Komnas Perempuan terus memantau perkembangan upaya pemulihan trauma istri Sambo. Termasuk meminta Bareskrim Polri agar memberikan ruang yang nyaman untuk Putri jika diperiksa sebagai saksi dalam kasus tewasnya Brigadir J.

"Komnas perempuan akan melakukan pemantauan bagaimana proses keadilan dan pemulihan ibu P, terkait dengan pemeriksaan di Bareskrim, Komnas Perempuan akan mestikan pemeriksaan itu dilakukan misalnya di ruang pelayanan khusus, diutamakan diperiksa oleh penyidik perempuan yang memiliki perpsektif dan kompetensi untuk penangan kasus pelecehan atau perempuan yang berhadapan dengan hukum," kata Siti.

Sebelumnya, Polri bakal melakukan pemeriksaan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Pemeriksaan tersebut telah dijadwalkan dan Tim Khusus (Timsus) Polri akan menyampaikan perkembangannya besok, Jumat (19/8/2022).

"Sudah (dijadwalkan pemeriksaan PC)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Kamis (18/8/2022) dikutip dari detikNews.

Nasib istri Ferdy Sambo pun bakal ditentukan besok. Dedi mengatakan, Timsus Polri akan menggelar konferensi pers seusai salat Jumat besok.

"Besok habis Jumatan akan disampaikan oleh Timsus," imbuhnya singkat.

Dilansir dari detikNews, LPSK sebelumnya telah melakukan pemeriksaan medis (psikiatri) dan psikologis terhadap istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Berdasarkan pemeriksaan, LPSK mengungkap bahwa Putri memiliki tanda dan gejala masalah kesehatan jiwa.

"Pemohon telah menjalani pemeriksaan medis termasuk psikiatri, termasuk psikologis, oleh LPSK pada 9 Agustus 2022. Dari hasil pemeriksaan dan observasi didapatkan kumpulan tanda dan gejala masalah kesehatan jiwa," kata Wakil Ketua LPSK Susilaningtias dalam konferensi pers di kantornya, Senin (15/8/2022).

Selain itu, LPSK juga menyebut istri Sambo tidak cukup memadai untuk memberikan keterangan. "Pertama, tidak memiliki kompetensi psikologis yang cukup memadai untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan keterangan, termasuk kepada LPSK," ucap Susi.

Untuk diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan empat orang tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J. Keempat tersangka tersebut adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Adapun Bharada E diperintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J, pada Jumat (8/7/2022),. Selain memerintah, mantan Kadiv Propam itu diduga merekayasa kronologi kasus pembunuhan seolah-olah terjadi baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J di rumah dinasnya.

Sementara itu, Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban. Mereka dijerat pasal pembunuhan berencana subsider pasal pembunuhan.



Simak Video "Komnas HAM Gandeng Komnas Perempuan Periksa Istri Ferdy Sambo"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)