Kejagung Tunjuk 30 Jaksa Kawal Kasus Pembunuhan Brigadir J

Tim detikNews - detikBali
Minggu, 14 Agu 2022 14:21 WIB
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ketut Sumedana, Semarang, Senin (2/9/2019).
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Denpasar -

Kejaksaan Agung (Kejagung) menunjuk 30 jaksa untuk mengawal jalannya persidangan perkara pembunuhan Brigadir Yoshua alias Brigadir J. Sebelumnya, Kejagung telah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari tersangka Irjen Ferdy Sambo Cs.

Dikutip dari detikNews, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana menerangkan bila Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana langsung mengeluarkan surat penunjukan jaksa yang akan menangani perkara tersebut. Ada 30 jaksa yang ditunjuk oleh Jampidum Fadil Zumhana.

"SPDP sudah masuk ke Jampidum sudah ditunjuk 30 jaksa penuntut umum untuk menangani perkara tersebut," kata Ketut seperti dikutip pada Minggu (14/8/2022).



Ketut mengungkap arahan penting kepada 30 jaksa itu. Para jaksa dari Korps Adhyaksa, kata Ketut, harus bersikap profesional dalam menangani kasus ini.

"Dan sekaligus sudah mengeluarkan penunjukan jaksa penuntut umum dalam perkara dimaksud. Tentu dalam penanganan perkara apapun jaksa penuntut umum tanpa diminta dan disuruh harus profesional," kata Ketut

4 Tersangka Kasus Tewasnya Brigadir J


Untuk diketahui, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait tewasnya Brigadir J. Selain Ferdy Sambo, tiga tersangka lainnya ialah Bharada Richard Eliezer (RE), Brigadir Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma'ruf (KM).

Dalam kasus ini, Bharada E disuruh Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J. Selain menyuruh, Irjen Ferdy Sambo diduga merekayasa kronologi kasus pembunuhan itu menjadi baku tembak.

Sementara itu, Bripka RR dan KM berperan ikut membantu dan menyaksikan penembakan Bharada E terhadap korban. Mereka dijerat pasal pembunuhan berencana subsider pasal pembunuhan.

Ferdy Sambo telah ditahan di Mako Brimob. Pada Kamis kemarin (11/8/2022), dia diperiksa pertama kali setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J. Saat diambil berita acara pemeriksaan (BAP), Sambo mengaku merencanakan pembunuhan karena Brigadir J melakukan hal yang mencoreng martabat keluarga.



Simak Video "Tanda Tanya Keberadaan Samsung S8 Milik Brigadir J"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)