Sekelumit Sejarah Hari Pramuka, Diperingati Setiap 14 Agustus

Sekelumit Sejarah Hari Pramuka, Diperingati Setiap 14 Agustus

Tim detikNews, Tim detikEdu - detikBali
Sabtu, 13 Agu 2022 15:56 WIB
Apa Itu Pramuka? Pengertian, Sejarah dan Seputar Hari Pramuka
Logo Hari Pramuka ke-61 - Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus. Peringatan Hari Pramuka atau Hari Pramuka Nasional itu mengacu sejarah lahirnya gerakan Pramuka di Indonesia. (Foto: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka)
Bali -

Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Peringatan Hari Pramuka atau Hari Pramuka Nasional itu mengacu sejarah lahirnya gerakan Pramuka di Indonesia. Gerakan Pramuka di Indonesia mulai diresmikan pada tanggal 14 Agustus 1961 oleh Presiden Soekarno.

Tahun ini Hari Pramuka diperingati pada hari Minggu, 14 Agustus 2022. Dilansir dari detikNews, Hari Pramuka 2022 atau peringatan Hari Pramuka ke-61 secara nasional akan diselenggarakan di Lapangan Utama Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Hal itu bersamaan dengan Upacara Pembukaan Jambore Nasional Gerakan Pramuka tahun 2022.

Berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 062 Tahun 2022 tentang Tema dan Logo Pramuka ke-61 Tahun 2022, tema Hari Pramuka kali ini adalah "Mengabdi Tanpa Batas untuk Membangun Ketangguhan Bangsa".


Apa Itu Pramuka? Pengertian, Sejarah dan Seputar Hari PramukaIlustrasi Hari Pramuka Foto: Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia

Perkembangan Pramuka di Indonesia

Pramuka di Indonesia merupakan perkembangan dari pendidikan kepramukaan yang diajarkan oleh Baden Powell. Baden Powell yang lahir pada 22 Februari 1857 mengalami banyak pengalaman tidak terlupakan dalam hidupnya. Pengalaman itulah yang menjadi fondasi awal dari gerakan Pramuka.

Baden Powell menulis buku berjudul "Scouting for Boys" sebagai tulisan awal terkait gerakan kepramukaan yang dirintisnya kemudian. Tahun 1908, Baden Powell mendirikan organisasi kepramukaan bernama Boys Scout dengan anggota keseluruhan laki-laki.

Dilansir dari detikEdu, sejarah pramuka Indonesia di mulai ketika era penjajahan Belanda atau masa Hindia Belanda. Menurut buku Sejarah Pramuka Indonesia dan Cikal Bakal Jambore Nasional (2021) yang ditulis oleh Toto Sugiarto, organisasi kepramukaan di Indonesia bermula di tahun 1912 bernama Nederlandse Padvinders Organisatie (NPO). Organisasi itu berganti nama menjadi Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) pada tahun 1916.

Namun demikian, organisasi kepramukaan yang secara langsung diinisiasi oleh S.P. Mangkunegara VII selaku orang Indonesia asli adalah Javaanse Padvinders Organisatie (JPO). Lahirnya organisasi ini juga selaras dengan kelahiran organisasi-organisasi lain di Indonesia, seperti Padvinder Muhammadiyah, Nationale Padvinderij, dan lain-lain.

Memasuki fase awal kemerdekaan Indonesia, sejumlah tokoh kepramukaan ketika itu sepakat untuk membentuk "Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia". Kesepakatan tersebut sebagai wujud dari perkumpulan organisasi kepramukaan di Indonesia. Tepat pada 14 Agustus 1961, gerakan Pramuka ini secara resmi lahir dengan lambang "Tunas Kelapa".

Pramuka di Indonesia dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961. Hingga saat ini, gerakan pramuka menjadi organisasi yang sudah tertanam dalam kegiatan pembelajaran non-formal di Indonesia. Hingga pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka diratifikasi oleh pemerintah.



Simak Video "Jokowi Beri Penghargaan 6 Anggota Pramuka, Ada Ridwan Kamil"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)