Ferdy Sambo Ngaku Bohong, Ketua Komnas HAM: Sejak Awal Sudah Curiga

Tim detikNews - detikBali
Jumat, 12 Agu 2022 13:41 WIB
Ketua Komnas Ahmad Taufan Damanik saat memaparkan dampak tambang emas di Sangihe (detikcom/Trisno Mais)
Foto: Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (detikcom/Trisno Mais)
Jakarta -

Irjen Ferdy Sambo meminta maaf kepada Polri dan masyarakat karena telah merekayasa kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Komnas HAM mengaku sudah menaruh kecurigaan terkait insiden maut itu dari sejak awal kasus bergulir.

"Ya pastilah (curiga ada yang tidak wajar), kan dari awal sudah kelihatan tidak sinkron antara satu keterangan dan keterangan lain," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Jumat (12/8/2022), dikutip dari detikNews.

Taufan mengatakan setiap informasi yang didapatkan perlu diuji kebenarannya. Menurutnya, informasi itu akan terungkap bohong atau tidaknya dari pengujian.


"Prinsip di dalam penyelidikan itu setiap data, informasi pasti di-cross-check dulu, bukan diterima begitu saja. Katakan sesuatu, bagi kami itu informasi yang mesti diuji dengan info dan data lain. Jadi bohong atau tidak, benar atau tidak, mesti lewat suatu pengujian," katanya.

Dia menyebut, ketika menerima keterangan dari para saksi, pihaknya tidak langsung mempercayai keterangan tersebut. Namun sejak awal Taufan mengatakan pihaknya sudah menduga ada hal yang mencurigakan.

"Bahasanya bukan percaya tidak percaya, setiap info mesti diuji dengan data lain," katanya.

Ferdy Sambo Minta Maaf

Sebelumnya, Ferdy Sambo meminta maaf kepada publik dan Kapolri karena merekayasa kematian Brigadir J. Dia mengatakan sebagai kepala keluarga hanya berniat menjaga dan melindungi marwah dan kehormatan keluarganya.

Permintaan Ferdy Sambo itu dibacakan Kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis, melalui ponselnya. Hal itu disampaikan Arman saat ditemui di rumah pribadi Ferdy Sambo, Jl Saguling III, Duren Tiga, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022).

"Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada Bapak Kapolri yang sangat saya hormati, saya memohon maaf dan secara khusus kepada sejawat Polri yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini, saya memohon maaf. Sekali lagi saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi Polri," katanya.

"Izinkan saya bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah saya perbuat sesuai hukum yang berlaku," sambungnya.



Simak Video "Sanksi Pemecatan dan Pidana untuk Polisi Terlibat Skenario Ferdy Sambo"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)