Ganti Nama, Koas-Residen RS Sanglah Berubah Jadi Lulusan Prof Ngoerah

Tim detikBali - detikBali
Selasa, 09 Agu 2022 00:14 WIB
Papan RSUP Sanglah Denpasar
Papan RSUP Sanglah yang belum berubah nama meski RS sudah resmi berganti nama menjadi RSUP Prof Ngoerah (Foto: Dok.Detikcom)
Denpasar -

Berubahnya nama RSUP Sanglah Denpasar menjadi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah tidak hanya merupah atribut di RS rujukan terbesar di Bali-Nusra.

Melainkan, perubahan nama RS juga akan merubah sebutan bagi para lulusan dokter maupun dokter spesialis yang sebelumnya belajar di RSUP Sanglah Denpasar.

Jika sebelumnya mereka dibawah naungan SMF Unud/RSUP Sanglah Denpasar, maka dengan berubahnya nama RS, para lulusan dokter ini juga otomatis berubah menjadi lulusan RSUP Prof Ngoerah.


"Soal SMF (Residen, Koas) nanti juga akan jadi lulusan RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, bukan lagi lulusan RSUP Sanglah,"ujar Kepala Sub Bagian Humas RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, I Ketut Dewa Krisn saat dihubungi detikBali, Senin (8/8/2022)

Ditambahkan Dewa Krisna, usulan perubahan nama RSUP Sanglah didasari Surat Gubernur Bali Nomor 440/1964/Yankes.Diskes tanggal 11 Februari 2020 dan Surat DPRD Provinsi Bali nomor:593/605/DPRD tanggal 20 Januari 2020. Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah merupakan tokoh yang terpandang di Bali.

Prof Ngoerah menurut Dewa Krisna merupakan salah satu dokter yang merintis berdirinya RSUP Sanglah, juga merupakan Guru Besar Universitas Udayana sekaligus mantan Rektor Universitas Udayana ke-tiga yang menjabat dari tahun 1968 sampai tahun 1977.

Selain itu, Prof Ngoerah juga merupakan seorang tokoh perjuangan di masa pra-kemerdekaan Indonesia yang perjuangannya ditulis lengkap dalam buku Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Sebuah Biografi Pendidikan yang ditulis oleh Tim Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana.

Selanjutnya, dengan perubahan nama, Dewa Krisna berharap, dengan bergantinya nama RSUP Sanglah, semua bagian dari Rumah Sakit dapat mengimplementasikan semangat Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah dalam memberikan pelayanan terbaik.



Simak Video "Fetish Kadang Bisa Berbahaya, Bagaimana Menyembuhkannya?"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)