Lagi! Server di Bandara Ngurah Rai Down, Antrean Penumpang Mengular

Triwidiyanti - detikBali
Senin, 01 Agu 2022 19:02 WIB
Suasana di terminal keberangkatan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Senin (1/8/2022)
Suasana di terminal keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Tuban, Badung, Bali, Senin (1/8/2022) (Foto : Triwidiyanti)
Badung -

Antrean panjang di terminal keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Tuban, Badung, Bali kembali menuai sorotan.

Kali ini, diduga server down alias mati, sejumlah penumpang yang hendak melakukan penerbangan harus mengantre panjang.

Terjadinya antrean mengular di terminal keberangkatan internasional itu seperti diungkap Arie Oktaviani, Minggu (31/7/2022) pukul 23.00 WITA.


Perempuan yang merupakan istri dari salah seorang WNA (warga Negara Asing) asal Amerika ini mengeluhkan dengan adanya antrean panjang di terminal keberangkatan.

"Saat mau check in, suami saya harus antre panjang. Padahal waktunya sangat mepet. Terpaksa harus antre lumayan lama. Was-was juga takut ketinggalan pesawat,"ungkap Arie.

Perempuan asal Jakarta namun sementara tinggal di Denpasar ini sempat mengkonfirmasi terkait penyebab antrean kepada petugas di lokasi.

"Informasi petugas katanya mesin mati. Kami tidak tahu, mesin apa yang mati,"imbuh Arie.

Sedangkan terkait antrean, dikonfirmasi terpisah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Anggiat Napitupulu tak menampik.

Saat dikonfirmasi detikbali, ia membenarkan dengan adanya kendala di terminal keberangkatan internasional.

"Jadi Minggu (31/7) malam pukul 23.00 WITA dilakukan maintenance atau update pada server keimigrasian yang harus dilaksanakan secara paralel dengan pelayanan," ujar Anggiat Napitupulu dihubungi Senin (1/8/2022).

Sementara sebelumnya, Seorang wisatawan mancanegara (wisman) asal Jerman bernama Sebastian Powel mengeluhkan antrean lama pada proses keimigrasian di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Wisman tersebut akhirnya mendapat teguran dari Kanwil Kemenkumham Bali berupa harus meninggalkan Bali sebelum masa berlaku Visa on Arrival (VOA)nya berakhir.

Kakanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu menyebut yang disampaikan Sebastian Powel dalam vlognya itu telah menimbulkan multi tafsir bagi banyak orang.



Simak Video "Lokasi Bandara Ngurah Rai Rawan Bencana, Ini Langkah Mitigasi BMKG"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)