Pelindo Kebut Proyek Bali Maritime Tourism Hub

Triwidiyanti - detikBali
Senin, 01 Agu 2022 15:10 WIB
Proyek pembangunan dermaga timur, Pelabuhan Benoa yang saat ini masih dalam proses pengerjaan oleh PT Pelindo Persero, Senin (1/8/2022).
Proyek pembangunan dermaga timur, Pelabuhan Benoa yang saat ini masih dalam proses pengerjaan oleh PT Pelindo Persero, Senin (1/8/2022). Foto: Triwidiyanti
Denpasar -

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) mengebut proyek Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) dengan mengeruk alur dan kolam pelabuhan di dermaga timur, Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali. Proyek senilai Rp 1,2 triliun itu diklaim bakal menjadi tempat sandar kapal pesiar terbesar di Asia.

Group Head Sekretariat Perusahaan, Ali Mulyono mengatakan, saat ini progress update pengerukan alur dan kolam di area BMTH tahap 2 pada paket A dan B mencapai 13,2% dan 30,8%

Pihaknya mengaku, tidak hanya melakukan percepatan pembangunan di sisi darat, namun juga berfokus pada pembangunan fasilitas di sisi laut khususnya kolam dan alur kapal.



"Pengerukan alur dan kolam di area BMTH akan terus kami kebut beriringan dengan pembangunan fasilitas di sisi darat. Nantinya alur dan kolam area BMTH akan merata hingga minus 12 MLWS (Mean Low Water Springs) sebelumnya minus 9 MLWS, sehingga harapannya mampu mengakomodir kunjungan cruise yang lebih besar," kata Ali kepada detikBali, Senin (1/8/2022).

Ditambahkan Ali, pembangunan di BMTH ini sangat krusial mengingat BMTH diproyeksikan mampu melayani kapal-kapal cruise dengan panjang hingga 350 meter dan mampu mengangkut total penumpang hingga 6.000 orang.

Dari awal pembangunan BMTH ini, katanya ditujukan untuk memberikan semacam multiplier effect guna mendukung pengembangan ekonomi wisata di kawasan Bali.

Ditambahkan Departemen Head Hukum dan Humas PT Pelindo Persero, Karlinda Sari, saat ini pihaknya juga tengah melakukan upaya peningkatan layanan operasional di area BMTH, salah satunya adalah perpanjangan dermaga timur di area BMTH dari sebelumnya sepanjang 360 meter diperpanjang 160 meter sehingga menjadi 500 meter.

Proyek pembangunan dermaga timur sendiri katanya, dimulai sejak bulan September 2021 lalu dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2022 ini.

"Nantinya perpanjangan dermaga timur ini juga akan menjadi bagian upaya Pelindo meningkatkan layanan baik jumlah kapasitas sandar kapal cruise, terminal penumpang domestik dan juga layanan terminal multipurpose," ungkap Karlinda.

Sebelumnya Pelabuhan Benoa sendiri memiliki posisi strategis dalam rute pelayaran cruise dan yacht di Indonesia atau disebut dengan konsep Butterfly Route.

Dalam pengembangannya, Benoa Cruise Terminal di Pelabuhan Benoa sebagai bagian utama BMTH diproyeksikan tidak hanya menjadi hub terminal cruise atau tempat sandar kapal pesiar terbesar di Indonesia, bahkan di Asia.

Namun kelak dapat menjadi pusat pariwisata kemaritiman yang dilengkapi dengan Marina Yacht, Yacht Club, Theme Park, Sport Facility, serta dilengkapi dengan beragam fasilitas yang mendukung industri dan aktivitas perekonomian seperti LNG Terminal, Liquid Cargo Storage, Wet Berth, Dry Berth, Bali Fish Market, dan juga retail UMKM.




Simak Video "Relaksasi Kaki di Fasilitas Spa Kapal Pesiar, Singapura"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/mud)