Dishub Sebut Lampu Merah di Lokasi Kecelakaan Cibubur Permintaan CBD

Dishub Sebut Lampu Merah di Lokasi Kecelakaan Cibubur Permintaan CBD

tim detikNews - detikBali
Rabu, 20 Jul 2022 05:43 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan jalan alternatif Cibubur Transyogi, Kota Bekasi, Jawa  Barat, Selasa(19/7). Jalan tersebut menjadi lokasi kecelakaan maut yang menewaskan 10 orang.
Sejumlah kendaraan melintas, di kawasan jalan alternatif Cibubur Transyogi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa(19/7/2022). Foto: Pradita Utama
Bali -

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengatakan lampu merah di lokasi kecelakaan maut truk Pertamina di Jalan Alternatif Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, merupakan permintaan CBD, yaitu anak usaha Ciputra Group, PT Ciputra Nugraha Internasional.

Dishub Bekasi dalam rilis 25 Januari 2022 lalu, menjelaskan terkait pengoperasian simpang baru Kawasan Perumahan Citra Grand Cibubur CBD. Simpang tersebut, katanya, untuk membuka akses jalan baru yang menghubungkan jalan alternatif Cibubur-Cileungsi dengan Jalan Cibubur CBD dan Jalan Lurah Namat (Jatirangga).

"Hal ini menindaklanjuti surat dari PT Ciputra Nugraha Internasional Nomor 004/LP/CGCC/EN/I/22 Tanggal 13 Januari 2022 tentang Permohonan Pengaktifan Instalasi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (Traffic Light), serta untuk optimalisasi aksebilitas maka dibuat simpang baru di depan kawasan Perumahan Citra Grand Cibubur CBD dengan membuka median tengah dan pengaturan simpang menggunakan traffic light," demikian bunyi keterangan tersebut seperti dilihat detikcom pada Selasa (19/7/2022).


Menurut Dishub Bekasi, pembukaan akses jalan penghubung tersebut sangat membantu lalu lintas. Terutama terkait distribusi penyebaran dan pergerakan orang ataupun barang.

"Namun, dengan memperhatikan kondisi alinyemen jalan, diperlukan adanya penambahan fasilitas lalu lintas untuk tetap menjaga keselamatan, kelancaran, dan ketertiban berlalu lintas," lanjut Dishub Kota Bekasi.

Ciputra Group Akui Usul Rekayasa Lalin

Direktur Ciputra Group, Harun Hajadi mengakui pihaknya mengusulkan ke Dishub Kota Bekasi terkait rekayasa lalu lintas. Rekayasa lalu lintas tersebut untuk mengurangi kemacetan.

"Kami mengusulkan ada solusi rekayasa lalu lintas karena persimpangan Jl Transyogi dan proyek itu (proyek CBD) simpang yang cukup besar. Usulan itu dimaksudkan agar mengurangi kemacetan yang diderita warga seluruh kawasan yang ada di Jl Transyogi," kata Harun Hajadi kepada detikcom, Selasa (19/7/2022).

Namun, ia tidak mengingat kapan usulan tersebut disampaikan hingga akhirnya lampu lalu lintas dipasang di sana. Sebelumnya lampu tersebut hanya menyala oranye dan lampu merah baru dinyalakan sekitar tiga bulan lalu.

Ia pun menyatakan kecelakaan maut tersebut bukan hanya karena lampu merah. Menurut Harun, truk mengalami rem blong yang celaka bisa terjadi di mana saja, kebetulan peristiwa tersebut terjadi di dekat proyek Citra Grand Cibubur CBD.

"Kalau rem blong, apalagi keadaan jalan sedang macet sekali, ada lampu atau tidak ada lampu pasti terjadi kecelakaan," kata Harun.

Harun tidak menutup kemungkinan terkait pencopotan lampu merah tersebut. Namun kini pihaknya hanya menunggu dan menyerahkan kebijakan kepada Pemkot Bekasi.

"Kalau kami diajak bicara (oleh Dishub Kota Bekasi) ya kami bisa usulkan. Tetapi sebelum itu, menurut saya pasti Dishub akan melakukan kajian-kajian. Kami serahkan saja kepada kebijakan Pemkot Bekasi seperti apa. Yang pasti, kami sangat concern dan prihatin dengan kecelakaan yang sampai ada korban jiwa," imbuh Harun.



Simak Video "Pengelola Jalan TKP Truk 'Maut' Pertamina Berpeluang Diperiksa Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(irb/irb)