Atur Cuti Melahirkan 6 Bulan, RUU KIA Sah Jadi Usul Inisiatif DPR

Tim detikNews - detikBali
Kamis, 30 Jun 2022 16:17 WIB
Rapat Paripurna DPR RI Kamis (30/6/2022)
Rapat Paripurna DPR RI Kamis (30/6/2022) (Nahda/detikcom)
Bali -

Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) yang mengatur cuti melahirkan 6 bulan disepakati sebagai usul inisiatif DPR. Keputusan tersebut diambil dalam rapat paripurna ke-26 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2021-2022 di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Seluruh fraksi di parlemen menyampaikan pendapat fraksinya masing-masing sebelum pengumpulan keputusan. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang memimpin rapat kemudian menanyakan kepada para anggota Dewan terkait keputusan RUU tersebut.

"Sidang dewan yang terhormat, dengan demikian kesembilan fraksi telah menyampaikan pendapat fraksinya masing-masing dan kami menanyakan sidang dewan yang terhormat. Apakah Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak dapat disetujui menjadi RUU usul DPR RI?" tanya Dasco kepada peserta rapat seperti dikutip dari detikNews.


"Setuju," jawab peserta rapat.

Untuk diketahui, rapat paripurna juga dihadiri Ketua DPR Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Lodewijk F Paulus, Rachmat Gobel.

Ketua DPR Puan Maharani sebelumnya juga sempat mendorong pengambilan keputusan terhadap RUU KIA sebagai usul inisiatif DPR agar dilakukan secepatnya. Puan pun memastikan bahwa RUU tersebut akan segera disahkan. Menurutnya, RUU KIA dapat menjadi payung hukum untuk menjamin kesejahteraan ibu dan anak

"Badan musyawarah (Bamus) DPR sudah menyepakati RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak atau RUU KIA akan disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna terdekat," kata Puan dalam keterangan tertulis, Jumat (24/6/2022).



Simak Video "Rapur HUT DPR ke-77, Puan Minta Legislator Kerja Transparan"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)