Warga Keluhkan Jalur Puregae Karangasem Belum Diaspal

I Wayan Selamat Juniasa - detikBali
Senin, 13 Jun 2022 15:43 WIB
Jalur pendakian Gunung Agung yang belum diaspal
Jalur pendakian Gunung Agung yang belum diaspal. Foto: I Wayan Selamat Juniasa
Karangasem -

Warga mengeluh jalur Puregae, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem sampai saat ini masih belum diaspal. Jalur tersebut juga dibuka untuk pendakian Gunung Agung sejak 2020. Jalur sejauh 1 kilometer tersebut ketika musim hujan menjadi sangat licin dan saat kemarau menjadi berdebu.

"Saya berharap jalan ini agar secepatnya diaspal karena saat musim hujan tiba jalan menjadi sangat licin sehingga sangat sulit untuk dilalui. Sedangkan saat panas jalan menjadi berdebu. Padahal ada banyak masyarakat yang memanfaatkan jalan ini untuk membawa hasil bumi mereka," kata Wayan Ardana salah seorang warga Banjar Dinas Puregae, Senin (13/6/2022).

Selain sebagai jalan satu-satunya menuju Gunung Agung, jalur Puregae juga digunakan oleh warga sekitar untuk membawa hasil bumi seperti singkong, keladi, sayur jepang dan yang lainnya.



Selain itu, jalur Puregae juga digunakan untuk membawa rumput karena sebagian besar warga di sana merupakan seorang peternak sapi.
Juga sering dilewati oleh para wisatawan domestik maupun mancanegara yang akan melakukan aktivitas pendakian ke Gunung Agung.

"Dalam sebulan ada sekitar 50 pendaki yang melewati jalur ini, karena menurut para pendaki lewat jalur Puregae perjalanan lebih landai jika dibandingkan dengan jalur lainnya," kata Ardana.

Sedangkan Kepala Dinas PUPR dan Perkim Kabupaten Karangasem Wedasmara mengatakan bahwa sampai saat ini jalan menuju jalur pendakian Gunung Agung di Banjar Dinas Puregae masih masuk sebagai jalan desa belum masuk sebagai jalan kabupaten.

"Karena belum masuk sebagai jalan Kabupaten jadi kita belum bisa melakukan pengaspalan," kata Wedasmara, Senin (13/6/2022).

Sementara itu, Perbekel Desa Pempatan I Nengah Suta mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mengusulkan jalan tersebut agar bisa dijadikan sebagai jalan kabupaten. "Untuk saat ini jalan tersebut memang masih sebagai jalandesa tapi tahun ini kita usulkan agar bisa dijadikan sebagai jalan kabupaten supaya pengaspalan juga bisa secepatnya dilakukan," kata Suta.




Simak Video "Kisah Guru Paud Kasih Bunda Dalam Mengajar Anak-anak Anambas"
[Gambas:Video 20detik]
(nor/nor)