Angin Puting Beliung Terbangkan Atap Rumah Warga di Lombok Barat

Ahmad Viqi - detikBali
Senin, 13 Jun 2022 13:19 WIB
Rumah korban angin puting beliung di Dusun Rumak Barat, Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Lombok Barat yang atapnya diterbangkan angin.
Rumah korban angin puting beliung di Dusun Rumak Barat, Desa Rumak, Kecamatan Kediri, Lombok Barat yang atapnya diterbangkan angin. (Foto: Istimewa)
Lombok Barat -

Kisah pilu datang dari Murdan (42), warga asal Dusun Rumak Barat Selatan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menjadi salah satu korban terdampak bencana angin puting beliung pada Minggu (12/6/2022) sekitar pukul 16.00 WITA. Fenomena puting beliung itu bahkan telah membuat atap rumahnya terbang terbawa angin.

Menurut Murdan, sore itu hujan mengguyur sebagian wilayah di Kecamatan Kediri dan Gerung Kabupaten Lombok Barat.

"Awalnya saya di dalam. Pas naik ke lantai dua, saya lihat (atap) spandeknya mau terbang. Nah sempat saya tahan biar tidak terbang tapi karena angin keras saya kemudian turun," kata Murdan kepada detikBali, Senin (13/6/2022) saat ditemui di Dusun Rumak Barat Selatan.


Awalnya, kata Murdan, angin kencang itu datang dari arah utara. Sekitar pukul 14.30 WITA, dia bersama istrinya sempat beristirahat di dalam kamar selepas hujan mengguyur.

Sesaat kemudian, dia melihat angin yang tiba-tiba memutar di sebelah barat rumahnya. Karena merasa cukup aman, dia pun mengecek kondisi rumahnya sebelum angin puting beliung itu datang menghantam bagian atap rumah.

"Tapi tiba-tiba angin itu datang lagi dari arah barat menghantam rumah saya," kata Murdan.

Murdan akhirnya keluar dari rumah untuk mengecek dan menyelamatkan perabotan yang ada di luar rumah. Selang beberapa menit saja, hantaman angin itu kembali datang dan menerbangkan 7 buah spandek atap rumah Murdan.

"Saya panik kan, saya ke atas terus kemudian cari istrinya. Kemudian saya mencoba sembunyi di bagian timur rumah agar tidak kena angin," kata pria yang kesehariannya bekerja sebagai juru parkir itu.

Murdan kemudian memilih berlindung menggunakan tikar plastik bersama istrinya di samping rumahnya.

"Saya keluar dari rumah. Berteduh di tepi rumah. Saya panik kan, tapi saya berusaha amankan istri saya saja saat itu," kata Murdan.

Akibat kejadian tersebut, ayah dua anak itu mengaku seluruh perabotan yang ada di dalam rumahnya basah karena hujan. Saat ini, Murdan hanya meminta kepada pemerintah untuk segera memberikan bantuan atap rumahnya yang terbawa angin puting beliung.

"Kalau tidak bisa hari ini minimal ada terpal buat nutup bagian atas rumah agar kalau hujan tidak basah," katanya.

Atap Spandek

Kepala Desa Rumak, Mukarram menjelaskan sebanyak 9 kepala keluarga terdampak angin puting beliung di Desa Rumak. Menurut Mukarram kejadian angin puting beliung saat warga berada di rumah selepas hujan lebat sore kemarin. Enam unit atap rumah warga terbang karena terpaan angin.

"Kemarin warga lagi santai di rumahnya. Jadi ketika angin mereka menyelamatkan diri. Beruntung tidak ada korban jiwa," kata Mukarram, Senin (13/6/2022).

"Rata-rata yang rusak ini menggunakan spandek. Ini yang diterbangkan oleh angin," kata Mukarram.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Barat, Ahmad Hartono menyebut jumlah korban angin puting beliung di Lombok Barat tersebar di lima desa.

"Kami masih koordinasi bersama Camat Kediri dan Camat Gerung untuk mendata kebutuhan warga terdampak seperti air minum, makanan instan, selimut, dan obat-obatan," kata Hartono.



Simak Video "Puting Beliung Hantam Pasar Banjarnegara, Atap Kios Beterbangan"
[Gambas:Video 20detik]
(iws/iws)