Ivan Heran Masuk Bali via Pelabuhan Gilimanuk Tanpa Pemeriksaan

I Ketut Suardika - detikBali
Minggu, 15 Mei 2022 14:47 WIB
Kendaran yang masuk Bali tidak dilakukan pemeriksaan dari areal pelabuhan Gilimanuk hingga pos pemeriksaan KTP terminal Gilimanuk, Minggu (15/5/2022)
Kendaraan yang masuk Bali tidak dilakukan pemeriksaan dari areal pelabuhan Gilimanuk hingga pos pemeriksaan KTP terminal Gilimanuk, Minggu (15/5/2022). Foto: I Ketut Suardika/detikBali
Jembrana -

Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk Bali, sudah mulai normal. Namun sebagai pintu masuk Bali yang semestinya dijaga ketat, nampak masih belum ada pemeriksaan seperti saat sebelum hari raya Idul Fitri lalu.

Pemeriksaan identitas pelaku perjalanan dari Jawa yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk belum dilakukan, terutama pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP).

Ivan, pria asal Lumajang mengaku heran ketika masuk Bali malah tidak ada pemeriksaan sama sekali. Padahal sebelumnya ia bersama istrinya waktu pulang ke Jawa, atau keluar Bali sangat ketat pemeriksaannya.


"Untuk pertama kali saya pulang kemarin itu ada pemeriksaan, harus punya vaksin, terus STNK, SIM, KTP gitu," ujar Ivan saat ditemui di pos KTP terminal Gilimanuk, Sabtu (14/5/2022).

Padahal, kata Ivan, ia sendiri sudah melengkapi syarat pelaku perjalanan, mulai dari vaksin, surat-surat kendaraan dan identitas diri. "Kalau saya sih oke oke aja. Tapi saya sudah tak lengkapi semua, biar aman saja," katanya.

Dari pantauan detikBali, Minggu (15/5/2022) pagi, pemeriksaan berlapis yang dilakukan petugas gabungan belum maksimal. Arus lalu lintas kendaraan yang baru turun dari kapal mengarah ke pintu keluar pos 2 di Pelabuhan Gilimanuk terlihat kosong pemeriksaan, hingga pada pos pemeriksaan KTP yang ada di terminal Gilimanuk belum ada pemeriksaan.

Pemeriksaan dan validasi syarat pelaku perjalanan yang masuk ke Bali juga belum ada. Tidak ada pemeriksaan sama sekali pada pelaku perjalanan yang masuk Bali, seperti sebelumnya.

Sebelumnya, setiap pelaku perjalanan dilakukan pemeriksaan secara berlapis. Mulai dari pemeriksaan surat-surat kendaraan, barang bawaan dan kartu identitas, serta syarat-syarat pelaku perjalanan antar pulau dengan armada laut.

Petugas pos pemeriksaan KTP terminal Gilimanuk tetap ada di posnya, tanpa melakukan pemeriksaan. Pos KTP dijaga oleh personel gabungan terdiri dari petugas dinas perhubungan yang mengarahkan setiap kendaraan untuk masuk areal terminal, kemudian Satpol PP, Disdukcapil dan dibantu TNI yang bertugas untuk memeriksa KTP.

Padahal kini arus penyeberangan Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk sudah mulai normal. Seperti diungkapkan General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Hasan Lessy mengatakan, aktivitas Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk saat ini sudah kembali normal. "Sudah kembali normal seperti biasa. Artinya, arus balik posko terakhir tanggal 10 kemarin," tukas Hasan.

Hasan menambahkan, data produksi angkutan lebaran tahun 2022 dari 22 April sampai 13 Mei, yang keluar Bali dari Pelabuhan Gilimanuk, jumlah penumpang jalan kaki dan penumpang dalam kendaran sebanyak 621.596 orang, total kendaraan roda dua, roda empat, bus dan truk 166.973 unit.

Sementara pada arus masuk Bali dari Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk dari 22 April -sampai 13 Mei, jumlah penumpang jalan kaki dan penumpang dalam kendaran sebanyak 586.485 orang, total kendaraan roda dua, roda empat, bus dan truk 149.769 unit.

Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil Jembrana I Wayan Sudana menyampaikan, belum bisa memastikan pemeriksaan KTP di pos KTP dimulai lagi. Pihaknya menunggu petunjuk lebih lanjut dari kepolisian untuk pemeriksaan lagi pelaku perjalanan yang masuk Bali.

"Belum ada petunjuk lebih lanjut," kata Sudana.

Diberitakan sebelumnya, Penghentian sementara pemeriksaan di pos KTP yang ada di terminal Gilimanuk, dimulai pada akhir April lalu. Saat itu, arus kendaraan masuk Bali padat oleh wisatawan, sedangkan keluar Bali dipenuhi pemudik.

Sudana menjelaskan, dalam rangka kunjungan Kapolri pada Kamis (28/4/2022), karena arus mudik padat untuk mengantisipasi antrean panjang, maka pemeriksaan KTP dan vaksin ditiadakan. "Sempat setelah itu, dua harinya bupati dan Kapolres dapat melakukan pemeriksaan KTP," jelasnya.

Kemudian, Sudana menerima pesan dari Satpol PP Jembrana yang menyampaikan instruksi Kapolda Bali. Isi instruksinya, karena ada operasi ketupat Agung, disarankan sementara menghentikan pemeriksaan untuk menanggulangi kemacetan.

"Sampai saat ini belum ada petunjuk lebih lanjut kapan dilaksanakan kembali pemeriksaan KTP pelaku perjalanan dari Jawa yang masuk Bali," terangnya.

Apabila pemeriksaan KTP yang masuk Bali sudah diaktifkan lagi, maka langsung dilakukan pemeriksaan. Karena petugas sudah ada yang stand by di pos KTP Gilimanuk untuk memeriksa warga yang masuk Bali.



Simak Video "Pemudik-Petugas Adu Mulut di Pelabuhan Gilimanuk soal Aturan Wajib Rapid Test"
[Gambas:Video 20detik]
(kws/kws)