detikBali

Sosok I Gusti Ayu Rapeg, Perempuan Pejuang Pendidikan dari Bali

Terpopuler Koleksi Pilihan

Sosok I Gusti Ayu Rapeg, Perempuan Pejuang Pendidikan dari Bali


Arga Fahreza - detikBali

I Gusti Ayu Rapeg. (Foto: budaya.jogjaprov.go.id)
I Gusti Ayu Rapeg. (Foto: budaya.jogjaprov.go.id)
Daftar Isi
Denpasar -

Sebagian besar orang sudah tidak asing lagi mendengar nama sejumlah tokoh pendidikan nasional seperti Ki Hadjar Dewantara, RA Kartini, hingga Dewi Sartika. Selain nama-nama tersebut, ada pula I Gusti Ayu Rapeg yang barangkali masih belum familiar terdengar.

I Gusti Ayu Rapeg adalah perempuan asal Bali yang berkiprah memperjuangkan pendidikan untuk kaum perempuan. Ia mendirikan organisasi pergerakan modern bernama Putri Bali Sadar untuk meningkatkan harkat kaum wanita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak sosok I Gusti Ayu Rapeg dan perjuangannya dalam dunia pendidikan di Tanah Air seperti dirangkum detikBali berikut ini:

Masa Kecil Gusti Ayu Rapeg

Gusti Ayu Rapeg lahir di Denpasar pada 11 Mei 1917. Ia lahir di keluarga yang memiliki status sosial terpandang. Ayahnya I Gusti Putu Gede Reta adalah seorang undagi dan seniman hebat di Bali. Sementara ibunya, Jero Desa adalah pedagang kain yang sukses.

ADVERTISEMENT

Kehidupan Rapeg tergolong berkecukupan dan berbanding terbalik dengan kondisi banyak keluarga lainnya. Oleh ayahnya, Rapeg dimasukkan ke sekolah lokal yang disebut sebagai sekolah kelas dua pada usia sembilan tahun.

Ayahnya adalah seorang yang berpandangan maju. Ia pun mendorong anak-anaknya, termasuk Gusti Ayu Rapeg, untuk menikmati pendidikan formal.

Lulus dari sekolah kelas dua, Rapeg melanjutkan pendidikan ke Blitar, Jawa Timur. Ia bersama beberapa temannya masuk ke sekolah pendidikan guru wanita atau Meisjes Normaalschool. Berbekal ilmu dari Blitar, ia kembali ke Bali dan ditugaskan menjadi guru di Meisjes Vervolgschool di Denpasar. Ia menjalankan program pemberantasan buta huruf, kursus kerumahtanggaan dan kebahasaan.

Perjuangan Dalam Dunia Pendidikan

Gerak langkah perempuan pada zaman itu sering dibatasi oleh adat dan norma. Berbeda dengan kaum laki-laki yang selalu lebih unggul dari perempuan, terutama dalam menentukan pilihan dan pendapatnya dalam segala bidang.

Sebagai seorang guru, Gusti Ayu Rapeg menaruh perhatian besar terhadap pendidikan khususnya untuk kaum perempuan. Rapeg dkk mendatangi rumah-rumah penduduk untuk menjelaskan tentang arti pentingnya pendidikan bagi kaumperempuan.

Rapeg bersama rekan-rekannya juga membentuk suatu organisasi bernama Perhimpunan Istri. Mereka menghimpun istri-istri pegawai dan menjalankan kegiatan sosial.

Organisasi kedua yang didirikan Rapeg adalah Poetri Bali Sadar (PBS). Mereka menyebarkan pentingnya pendidikan kepada setiap lapisan masyarakat. Mereka mengadakan kursus dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan perempuan Bali.

Rapeg kemudian menikah dengan I Gusti Putu Martha. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat orang anak. Rapeg kemudian menduduki jabatan Ketua Pertiwi Bali setelah suaminya I Gusti Putu Martha menjabat Gubernur Bali ke-4 (1965-1967).

Dalam kehidupan rumah tangganya, Rapeg adalah seorang ibu yang bertanggung jawab atas kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangga dengan memperhatikan pendidikan dan kemajuan putra-putrinya. Rapeg mengembuskan napas terakhirnya saat usia ke-87 tahun pada 2004.

Perjuangan I Gusti Ayu Rapeg dalam bidang pendidikan telah banyak membawa pengaruh pergerakan kaum perempuan di Bali. Kiprahnya juga dinilai turut menaikkan kemampuan para ibu-ibu untuk membaca dan menulis.




(iws/iws)










Hide Ads