detikSulselKamis, 24 Feb 2022 18:07 WIB
Perampok yang Cabuli Bidan Desa di Muna Barat Sultra Ditangkap!
Perampok cabuli bidan desa di Muna Barat, Sultra ditangkap. Pelaku ditangkap di kediaman keluarganya.
detikSulselKamis, 24 Feb 2022 18:07 WIB
Perampok cabuli bidan desa di Muna Barat, Sultra ditangkap. Pelaku ditangkap di kediaman keluarganya.
detikJatimKamis, 24 Feb 2022 09:33 WIB
Sri Wahyuliati Ningsih (42) bertingkah konyol saat sandiwara perampokan Rp 150 juta dibongkar polisi. Guru SD ini pura-pura pingsan hingga menyembunyikan KTP
detikJatimRabu, 23 Feb 2022 21:01 WIB
Sri Wahyuliati Ningsih (42) bertingkah konyol saat sandiwara perampokan Rp 150 juta dibongkar polisi. Guru SD ini pura-pura pingsan hingga menyembunyikan KTP.
detikJatimRabu, 23 Feb 2022 19:47 WIB
Sandiwara perampokan Rp 150 juta dibongkar polisi, Sri Wahyuliati Ningsih (42) sempat mengelak membuat laporan palsu. Ia kembali mengarang cerita.
detikNewsRabu, 23 Feb 2022 16:50 WIB
Polisi tidak memproses pidana Sri Wahyuliati (42) yang telah membuat laporan palsu terkait perampokan. Sebab, orang tua Sri telah memaafkan anaknya itu.
detikJatimRabu, 23 Feb 2022 15:23 WIB
Satreskrim Polres Mojokerto memutuskan tidak memidanakan Sri Wahyuliati Ningsih (42) yang membuat laporan perampokan palsu. Salah satunya maaf dari orang tuanya
detikNewsRabu, 23 Feb 2022 13:48 WIB
Sri memakai uang Rp 150 juta itu untuk keperluan pribadinya, ia pun nekat melapor ke polisi dan berpura-pura dirampok lantaran malu uang tersebut telah habis.
detikJatimRabu, 23 Feb 2022 13:40 WIB
Sri Wahyuliati Ningsih (42) nekat bersandiwara menutupi perbuatannya menghabiskan uang Rp 150 juta. Padahal, uang itu untuk biaya pendidikan dua anaknya.
detikJatimRabu, 23 Feb 2022 12:32 WIB
Sri Wahyuliati Ningsih (42) nekat bersandiwara seolah-olah jadi korban perampokan. Hal itu gegara didesak orang tuanya terkait bukti deposito uang Rp 150 juta.
detikNewsRabu, 23 Feb 2022 12:02 WIB
Sri Wahyuliati Ningsih (42) mengaku menjadi korban perampokan uang senilai Rp 150 juta. Namun ternyata, pengakuan guru SD di Mojokerto itu palsu.