detikBaliMinggu, 12 Mar 2023 11:53 WIB
Mengenal Desa Sade, Destinasi Wisata Budaya Suku Sasak
Yuk, mengenal lebih dekat Desa Sade, dari lokasi, keunikan, hingga objek wisata yang bisa dinikmati di sana
detikBaliMinggu, 12 Mar 2023 11:53 WIB
Yuk, mengenal lebih dekat Desa Sade, dari lokasi, keunikan, hingga objek wisata yang bisa dinikmati di sana
detikTravelJumat, 10 Feb 2023 16:41 WIB
Video belasan warga negara asing (WNA) memainkan gendang beleq atau alat musik tradisional khas Suku Sasak, Lombok, NTB viral di media sosial.
detikBaliKamis, 09 Feb 2023 10:35 WIB
Video belasan WNA yang memainkan gendang beleq atau alat musik tradisional khas Suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) viral di media sosial.
detikTravelSelasa, 20 Des 2022 15:00 WIB
Usai viral turis asing mengaku ditipu di Desa Sade, Sandiaga Uno ingin pelaku wisata fasih bahasa Inggris. Sandi sebut kejadian itu karena miskomunikasi.
detikTravelSelasa, 20 Des 2022 09:06 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno ingin pelaku wisata Desa Sade berbahasa Inggris lebih baik. Tujuannya agar miskomunikasi dengan wisman tak lagi terjadi.
detikTravelSelasa, 20 Des 2022 05:02 WIB
Pasca viralnya video turis yang mengaku ditipu di Desa Sade, kunjungan ke destinasi tersebut berjalan normal. Tak ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan.
detikTravelSenin, 19 Des 2022 21:06 WIB
Ketua Pokdarwis Desa Sade, Sanah, meminta maaf atas kejadian turis asing yang merasa ditipu. Komunikasi akan diperbaiki agar kejadian serupa tak terulang.
detikTravelMinggu, 18 Des 2022 18:10 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno menanggapi turis yang mengaku kena scam di Desa Adat Sade, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya itu salah persepsi dan komunikasi.
detikTravelSabtu, 17 Des 2022 19:35 WIB
Seorang turis asing membuat video yang mengklaim dirinya kena scam ketika berkunjung ke desa Sade. Kepala Dusun Sade meminta agar itu tidak dibesar-besarkan.
detikTravelSabtu, 17 Des 2022 18:36 WIB
Di media sosial Tiktok sedang viral turis yang mengklaim kena scam di Desa Adat Sade, NTB. Pengamat pariwisata, Taufan Rahmadi menyebut itu salah persepsi.