Yuk, Singgahi Masjid Jamik di Pangkalpinang

Bangka Belitung

Yuk, Singgahi Masjid Jamik di Pangkalpinang

detikTravel - detikSumut
Minggu, 27 Nov 2022 04:48 WIB
Masjid Jamik Pangkalpinang dibangun oleh masyarakat secara bergotong royong pada tahun sembilan belas tiga enam.
Masjid Jamik dibangun pada tanggal 3 Syawal 1355 H atau bertepatan dengan 18 Desember 1936. Foto: detikTravel
Bangka -

Hai detikers, sedang bersiap ingin melakukan perjalanan di hari libur? Tentu anda pasti akan memilih tujuan kunjungan anda ke daerah atau objek wisata yang sesuai dengan kebutuhan rekreasi anda. Sesuai dengan keinginan hati dan sesuai dengan kemampuan dana yang akan dikeluarkan.

Nah, bagi para detikers di Provinsi Bangka Belitung, ini ada salah satu objek wisata yang dapat anda kunjungi. Objek wisata bersejarah dipulau Bangka, tepatnya di ibukota provinsi yakni Pangkalpinang.

Keberadaan Pangkalpinang tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan Masjid Jamik Pangkalpinang. Masjid Jamik tersebut pertama kali dibangun pada tanggal 3 Syawal 1355 H atau bertepatan dengan 18 Desember 1936.


Bentuk bangunan Masjid Jamik semi permanen dan pondasi yang cukup kuat, berlantai semen berdinding papan dan beratap genteng bila dilihat dari atas berbentuk seperti piramida, lebar di sebelah bawah menciut di bagian tengah dan atasnya.

Dikutip dari detikTravel, sejarah perjalanannya Masjid Jamik mengalami 3 (tiga) kali renovasi, 2 kali renovasi besar dan sekali renovasi kecil. Tahap pertama dilakukan pada 1950-1954.

Sedangkan tahap kedua pada 1955-1961 selesai secara total dan diresmikan pada 3 Juni 1961, dan renovasi kecil yang terakhir dilakukan pada tahun 2003. Uniknya, pembangunan masjid ini dilakukan oleh masyarakat secara bergotong royong.

Demikian pula renovasi masjid dilaksanakan oleh masyarakat dengan melibatkan semua unsur baik sipil maupun militer. Bantuan dana berasal dari partisipasi masyarakat yang ada di Pulau Bangka, para pengusaha muslim dan non muslim, dan perusahaan tambang timah Bangka.

Pengusaha asal Bangka yang ada di pulau Jawa, dan bahkan Wakil Presiden RI Muhammad Hatta (Bung Hatta) ikut menyumbang uang tunai sebesar Rp 1.000 pada renovasi tahap pertama (1950-1954). Pada pada saat itu harga emas 1 gram= Rp 4,30. Jadi, sumbangan Bung Hatta senilai 232,5 gram emas waktu itu.

Ingin tahu keunikannya? baca selanjutnya...



Simak Video "Pilot Diduga Masih Tersangkut di Bangkai Helikopter Polri yang Jatuh"
[Gambas:Video 20detik]