Timnas Malaysia berminat memakai jasa pelatih Jepang Hajime Moriyasu. Namun kabarnya Moriyasu tak berminat melatih Harimau Malaya.
Dilansir dari detikSport, Malaysia sebelumnya ssanter diberitakan mengincar Moriyasu untuk jadi pelatih tim nasional. Usai Peter Cklamovski cabut pertengahan tahun 2026, Harimau Malaya kini mencari sosok juru taktik anyar.
Diketahui, Moriyasu sudah menjadi pelatih Timnas Jepang sejak 2018. Kontraknya bersama tim Samurai Biru berakhir sampai Februari 2027.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Piala Asia 2027 bakal menjadi turnamen terakhirnya bersama Nippon. Setelah itu posisinya akan digantikan pelatih Jepang U-23 Oiwa Go.
Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) memang belum mengajukan tawaran resmi untuk merekrut Moriyasu. Laporan media Jepang Nikkan Gendai justru memberi perspektif baru terkait pelatih berusia 58 tahun itu.
Moriyasu dilaporkan tak tertarik melatih tim nasional, termasuk Malaysia, dan hanya ingin kembali membesut klub. Eks pelatih Sanfrecce Hiroshima itu mengaku lebih senang menangani anak-anak asuhnya tiap hari dibandingkan hanya pada tiap jeda internasional.
"Saya lebih cocok menjadi pelatih klub dimana saya bisa berlatih dengan para pemain setiap hari, merasakan pertumbuhan mereka secara langsung, ketimbang membesut tim nasional yang mana kami cuma berkumpul beberapa waktu saja untuk laga internasional dan kemudian berpisah," kata Moriyasu, dilansir dari Nikkan Gendai.
Selepas mengakhiri karier di Timnas Jepang, Hajime Moriyasu kabarnya dikaitkan dengan klub divisi utama Belgia Sint-Truiden. Klub tersebut diketahui dimiliki perusahaan Jepang DMM.com dan bisa menjadi batu loncatan sang pelatih merintis karier di Eropa.
Beberapa penggawa inti Timnas Jepang pernah digembleng di Sint-Truiden. Mulai dari kiper Zion Suzuki, bek Takehiro Tomiyasu, hingga kapten Wataru Endo.
CEO Sint-Truiden Takayuki Tateishi punya hubungan baik dengan Hajime Moriyasu sejak lama. Dia dilaporkan sudah menyodorkan tawaran melatih klubnya buat sang pelatih.
Baca selengkapnya di sini
