Kelompok suporter PSMS Medan, SMeCK Hooligan meminta agar 40 klub pendiri tidak membuat kegaduhan di tengah tren positif Skuad Ayam Kinantan. Mereka mewanti-wanti konsentrasi pemain buyar akibat gerakan di DPRD Sumut.
Ketua SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir, mengatakan 40 klub pendiri PSMS terus berulang mempersoalkan permasalahan itu. Menurutnya, semua pihak harusnya mendukung PSMS jika memang mencintainya.
"Aduh itu-itu saja dari dulu. Kalau cinta sama PSMS Medan dukung saja, apalagi mau dipermasalahkan. Karena sudah berulang kali itu-itu saja dipermasalahkan. Kita tidak mengerti apa maunya," kata Lawren Simorangkir dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lawren juga mengingatkan agar polemik di luar lapangan tidak sampai berdampak terhadap suasana internal tim. Ia berharap para pemain dan manajemen tetap fokus menjalani pertandingan demi mencapai target yang telah ditetapkan.
"Nggak usah buat-buat begini, jangan sampai konsentrasi pemain buyar," sebutnya.
Ia menilai fokus utama saat ini adalah bagaimana PSMS dapat mempertahankan performa positif dan bersaing untuk menjadi juara Pegadaian Championship 2026/2027. Suporter, kata Lawren berharap pemain hingga tim PSMS memikirkan cara agar promosi ke Liga 1.
"Kita berharap pemain, manajemen, dan tim tidak usah memikirkan itu. Pikirkan bagaimana kita bisa juara Liga 2 dan promosi ke Liga 1," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Komisi E DPRD Sumut membatalkan rapat dengar pendapat (RDP) soal polemik kepemilikan PSMS Medan yang seharusnya digelar besok. RDP itu dibatalkan dengan alasan adanya demo.
Surat undangan RDP yang dilihat, Senin (5/10/2026), ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Sumut, Sutarto. Terdapat tiga materi yang bakal dibahas dalam surat tersebut yakni terkait dengan penyelesaian dugaan pelanggaran hukum pengelolaan organisasi Klub PSMS, Penghilangan hak anggota dan legalitas penggunaan nama klub oleh badan usaha (PT) yang mengatas namakan klub, dan pengembalian pengelolaan organisasi klub PSMS sesuai AD/ART.
RDP itu awalnya dijadwalkan Selasa (6/10) puk 14.00 WIB di ruangan Badan Musyawarah DPRD Sumut. Ketua Komisi E DPRD Sumut Muhammad Subandi mengatakan RPD itu batal karena adanya demo besok.
"Ya rapat besok kita batalkan, karena ada surat besok (selasa) ada yang mau datang demo ke DRPD Sumatera Utara," kata Muhammad Subandi, Senin (5/10).
Subandi menjelaskan RDP itu dilaksanakan berdasarkan permintaan dari 40 klub pendiri PSMS Medan. Subandi mengatakan para klub pendiri ingin melakukan pembahasan terkait status manajemen PSMS Medan saat ini.
"Rapat itukan bedasarkan permohonan dari mereka (40 klub). Jadi kita batalkan rapat kita dari masukan klub-klub pendiri PSMS medan," ucapnya.
40 klub itu disebut telah berulang kali meminta agar dilaksanakan RPD. DPRD Sumut, katanya, hanya ingin melakukan mediasi.
"Sebenarnya ini sudah berkali kali mereka datang ke DPRD memohon untuk dilakukan RDP, dulu sudah pernah mau dibuat tapi ditunda, ini datang lagi, jadi tujuan kita mau mediasi," ucapnya.
Subandi pun mengaku belum dapat memastikan jadwal RDP susulan. Mereka menunggu penjadwalan dari Badan Musyawarah.
"Belum ada (jadwal susulan), RDP itu kan tidak kita yang mengagendakan, itu yang mengusulkan Badan Musyawarah," tuturnya.
