Michael Carrick memastikan Manchester United berada dalam kondisi siap untuk menghadapi Liga Champions musim ini. Menurutnya, keikutsertaan di kompetisi Eropa tersebut justru membuatnya lebih leluasa dalam melakukan rotasi pemain.
Manchester United berhasil mengakhiri Liga Inggris musim lalu di posisi ketiga. Hasil tersebut memastikan Setan Merah kembali berlaga di Liga Champions pada musim ini.
Ini menjadi penampilan perdana MU di Liga Champions setelah dua musim absen. The Red Devils terakhir kali tampil di ajang tersebut pada musim 2023/2024, tetapi perjalanan mereka harus berakhir setelah tersingkir di fase grup.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kembalinya Manchester United ke kompetisi elite Eropa tidak terlepas dari peran penting Michael Carrick. Ia berhasil mengangkat performa tim setelah menggantikan Ruben Amorim sebagai juru taktik di pertengahan musim lalu.
Performa positif tersebut kemudian membuat manajemen MU mengubah status Carrick dari pelatih interim menjadi pelatih permanen. Pria asal Inggris itu mendapat kontrak untuk menangani Manchester United hingga 2028.
Carrick kini mulai mempersiapkan skuadnya untuk menghadapi Liga Champions. Ia memastikan Manchester United telah berada dalam kondisi yang jauh lebih siap untuk menjalani musim yang akan datang.
"Kami mungkin jauh lebih siap menghadapi musim mendatang-dengan adanya Liga Champions atau kompetisi Eropa serta berbagai turnamen piala-dibandingkan musim lalu," ujar Carrick dikutip detikSport dari situs MU.
Menurut Carrick, tampil di Liga Champions juga akan memberikan keuntungan dalam hal pengelolaan skuad. Banyaknya pertandingan yang harus dijalani membuatnya memiliki lebih banyak kesempatan untuk memberikan menit bermain kepada para pemain.
Situasi tersebut berbeda dengan penghujung musim lalu ketika Carrick kesulitan melakukan rotasi. Ketika itu, Manchester United hanya berkompetisi di Liga Inggris setelah tersingkir lebih awal dari Piala FA dan Piala Liga Inggris.
Musim ini, Carrick harus mengatur rotasi dengan lebih baik karena MU akan menjalani pertandingan di empat kompetisi sekaligus, yakni Liga Inggris, Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga Inggris.
"Jadi, fase akhir musim lalu mungkin lebih menantang; hanya ada satu pertandingan dalam seminggu, dan ada pemain yang tidak bermain sehingga mereka berpikir: 'Kapan giliran kami bertanding berikutnya?' Kami harus berupaya menjaga kekompakan tim dan memperlakukan mereka sebagai satu kesatuan di tengah waktu latihan yang sangat banyak, sedangkan tahun ini situasinya akan sedikit berbeda," jelas Carrick.
(afb/afb)
