Mourinho Ungkap Hubungannya dengan Casillas, Sebut Sang Kiper Manja

Sepakbola Internasional

Mourinho Ungkap Hubungannya dengan Casillas, Sebut Sang Kiper Manja

Adhi Prasetya - detikSumut
Senin, 10 Agu 2026 14:21 WIB
SL Benfica trainer Jose Mourinho is present during the match between Ajax and Benfica at the Johan Cruijff ArenA for the Champions League - League phase - Matchday 5 of the 2025-2026 season in Amsterdam, Netherlands, on November 25, 2025. (Photo by Stefan Koops/EYE4images/NurPhoto via Getty Images)
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

José Mourinho akhirnya angkat bicara mengenai perselisihannya dengan Iker Casillas pada periode pertamanya menangani Real Madrid. Menurut Mourinho, ada sikap Casillas yang membuatnya tidak nyaman.

Mourinho membawa Madrid meraih gelar LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol dalam dua musim pertamanya, yakni 2010-2012. Namun, pada musim 2012-13, Los Blancos gagal menambah koleksi trofi.

Madrid takluk dari Atlético Madrid di final Copa del Rey dan hanya menjadi runner-up LaLiga dengan selisih 15 poin dari Barcelona yang keluar sebagai juara. Di tengah musim tersebut, Casillas juga kehilangan tempatnya sebagai penjaga gawang utama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketegangan antara keduanya semakin memanas dan disebut ikut memecah ruang ganti Madrid. Sejumlah pemain penting, termasuk Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo, dikabarkan berada di pihak Casillas.

"Hubungan saya dan Jose sangat dingin. Pada saat itu, saya benar-benar berpikir hubungan kami mencapai titik di mana pada akhirnya, tali itu putus," ujar Casillas dalam dokumenter tentang Mourinho yang tayang di Netflix, dikutip detikSport dari BBC.

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu diperkuat oleh Sami Khedira, yang membela Madrid pada 2010-2015.

"Iker adalah legenda Real Madrid yang dicintai oleh setiap pendukung Real Madrid. Dia (Mourinho) mencadangkannya, tidak berbicara dengannya, dan menjelek-jelekkannya di media; jadi, jujur saja, situasi di ruang ganti saat itu benar-benar kacau," katanya.

Khedira menilai konflik tersebut berdampak besar terhadap hubungan Mourinho dengan sejumlah pemain lain.

"Setelah itu, hubungan antara Jose dan banyak pemain menjadi rusak, seperti dengan Cristiano (Ronaldo) serta para pemain Spanyol, Casillas dan Sergio Ramos. Padahal, pemain-pemain itu sangatlah penting bagi suasana di ruang ganti," tegas mantan gelandang timnas Jerman itu.

Mourinho kemudian memberikan pembelaan atas keputusannya. Ia mengungkapkan bahwa Casillas dan beberapa pemain Madrid kerap mengajukan berbagai permintaan.

"Dalam tiga kesempatan pertama saya berbicara dengan Casillas, sang kapten, hal pertama yang ia sampaikan adalah, 'Saya ingin meminta tambahan waktu libur bagi para pemain tim nasional'," ujar Mourinho.

Ia melanjutkan, "Kali kedua ia berbicara kepada saya, ia berkata, 'Saya ingin meminta agar sesi latihan dimundurkan satu jam karena pada jam yang Anda tentukan, lalu lintas di Madrid sangat padat'."

Mourinho juga mengungkap percakapan ketiga mereka.

"Saat ketiga kalinya ia datang menemui saya, ia berkata, 'Kami tidak ingin menginap di hotel. Kami lebih memilih untuk berkumpul pada hari pertandingan saja dan langsung menuju stadion untuk bertanding'. Tak butuh waktu lama, saya pun menyadari bahwa mereka itu manja," tegasnya.

Perseteruan Casillas dan Mourinho disebut turut dipengaruhi oleh sikap Mourinho terhadap Barcelona. Rivalitas Madrid dan Barcelona memang sudah lama panas, tetapi mencapai titik yang sangat intens selama pelatih asal Portugal itu menukangi Los Blancos.

Artikel ini sudah tayang di detikSport, baca selengkapnya di sini.



(afb/afb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads