UEFA Boikot 5 Turnamen FIFA Buntut Kecewa dengan Gianni Infantino

Sepakbola Internasional

UEFA Boikot 5 Turnamen FIFA Buntut Kecewa dengan Gianni Infantino

Yanu Arifin - detikSumut
Jumat, 07 Agu 2026 21:00 WIB
UEFA branding ahead of the UEFA Conference League qualifying match at Easter Road, Edinburgh. Picture date: Thursday July 30, 2026. (Photo by Andrew Milligan/PA Images via Getty Images)
Foto: PA Images via Getty Images/Andrew Milligan - PA Images
Jakarta -

Lima turnamen yang akan digelar FIFA tahun ini dan tahun depan akan diboikot oleh UEFA. Artinya kelima turnamen tersebut akan digelar tapa perwakilan dari Eropa.

Boikot ini dilakukan UEFA sebagai bentuk kekecewaan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino.

"Asosiasi-asosiasi anggota UEFA telah sangat jelas mengenai syarat-syarat yang melekat pada keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," tulis UEFA, dikutip detikSport dati Sky Sports.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama, usulan untuk menjual kompetisi-kompetisi utama harus ditarik kembali, dan kedua, harus ada jaminan upaya-upaya semacam itu untuk merusak citra sepak bola dengan cara ini tidak akan pernah dilakukan lagi."

"Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi. Selain itu, UEFA telah menegaskan dengan sangat jelas dalam pernyataannya pada hari Sabtu bahwa mereka telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino. Posisi tersebut tetap berlaku. Pengumuman kemarin, bahwa beberapa orang yang bekerja di bawah Presiden FIFA (dan yang kariernya bergantung pada dukungan beliau) setuju dengannya tidak mengubah apa pun," tegas UEFA.

ADVERTISEMENT

Menilik kalender FIFA, akan ada lima ajang besar yang digelar dalam waktu dekat. Pertama adalah Piala Dunia Putri U-20 di Polandia, September mendatang.

Kemudian disusul Piala Dunia Putri U-17 di Maroko, Oktober mendatang. Ajang Piala Dunia Putra U-17 di Qatar, akhir tahun ini. Dua ajang lainnya akan digelar tahun depan, yakni Piala Dunia Antarklub Putri dan Piala Dunia Putri.

Lima ajang itu terancam diboikot UEFA sebagai sikapnya. Artinya, ajang itu berpotensi takkan diikuti negara-negara Eropa, yang berada di bawah naungan UEFA.

Sikap ini dikeluarkan UEFA untuk merespons FIFA, yang mengklaim Infantino masih mendapat kepercayaan untuk memimpin organisasi tersebut. Sebelumnya Infantino mendapat kepercayaan lagi usai menggelar rapat darurat di Rabat, Maroko, Rabu (5/8) waktu setempat.

Pertemuan di Rabat dilakukan di tengah tekanan yang menerpa Infantino. Pria asal Swiss itu didesak mundur gara-gara sempat mengusulkan proyek menjual saham Piala Dunia ke investor swasta.

Usulan itu membuat Infantino kehilangan dukungan dari beberapa negara anggota, di tengah niatnya maju kembali sebagai presiden tahun depan. Ia bertekad memimpin FIFA untuk empat periode.

Usai mengumpulkan petingginya, Gianni Infantino mengakui kesalahannya soal rencana menjual saham Piala Dunia. Usai meminta maaf, pria berusia 56 tahun itu disebut mendapat kepercayaannya lagi dari pejabat senior untuk terus memimpin FIFA.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Target Tinggi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup"
[Gambas:Video 20detik] (astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads