Gelandang AC Milan, Luka Modric, mengungkapkan salah satu faktor utama yang membuat Rossoneri gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Menurutnya, tim sempat terlena karena merasa posisi mereka di empat besar sudah aman.
Milan harus puas tampil di Liga Europa musim depan setelah hanya finis di peringkat kelima klasemen akhir Liga Italia musim lalu. Padahal, sepanjang sebagian besar musim, Rossoneri konsisten berada di papan atas dan sempat menjadi pesaing utama Inter Milan dalam perebutan gelar scudetto.
Namun, performa Milan menurun drastis pada penghujung kompetisi. Tim hanya mampu meraih dua kemenangan sepanjang April hingga Mei, sebelum akhirnya kalah 1-2 dari Cagliari pada laga terakhir. Kekalahan tersebut membuat skuad asuhan Massimiliano Allegri tersingkir dari zona Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegagalan itu membawa konsekuensi besar. Allegri bersama sejumlah petinggi klub harus meninggalkan jabatannya. Modric menilai masalah mental menjadi salah satu penyebab merosotnya performa tim.
"Kami sempat bersaing ketat hingga laga melawan Lazio (di bulan Maret), berjuang memperebutkan gelar juara, lalu kami sadar bahwa memenangi liga akan sulit dan mungkin performa kami sedikit menurun," ujar Modric dilansir detikSport dari La Gazzetta dello Sport.
Ia mengakui Milan sempat terlalu percaya diri telah mengamankan tiket ke Liga Champions sehingga kehilangan fokus pada sisa pertandingan.
"Mungkin karena kami merasa yakin sudah mengamankan tempat di Liga Champions. Kami melakukan kesalahan," tegas veteran asal Kroasia itu.
Kini Milan memasuki era baru bersama pelatih Ruben Amorim. Modric berharap dapat membantu Rossoneri bangkit dan bersaing meraih prestasi yang lebih baik pada musim mendatang.
"Saya sangat senang bisa kembali, saya sangat menikmati pengalaman tahun lalu. Sayangnya, kami tidak mengakhiri musim dengan baik dan gagal mencapai target minimal kami, yaitu lolos ke Liga Champions, dan hal itu cukup mengecewakan," ujarnya.
Modric juga mengungkapkan rasa kecewanya karena tak bisa memberikan kontribusi maksimal pada laga-laga penentuan akibat dibekap cedera. Karena itu, ia bertekad menebus kegagalan tersebut pada musim baru.
"Saya kecewa karena tidak bisa membantu tim dalam laga-laga krusial di akhir musim akibat cedera. Itulah sebabnya saya ingin kembali; saya berharap bisa menjalani musim yang lebih baik dan meraih gelar juara bersama Milan," tegasnya.
Baca juga: Jordan Henderson Resmi Gabung Chelsea |
