Pujian Pelatih Timnas Spanyol untuk Yamal dan Curbasi

Sepakbola Internasional

Pujian Pelatih Timnas Spanyol untuk Yamal dan Curbasi

Tim detikSport - detikSumut
Selasa, 28 Jul 2026 06:31 WIB
EAST RUTHERFORD, NEW JERSEY - JULY 19: Lamine Yamal #19, Pau Cubarsi #22 of Spain hold the trophy following the FIFA World Cup 2026 Final football match between Spain and Argentina at New York New Jersey Stadium on July 19, 2026 in East Rutherford, New Jersey. (Photo by Jean Catuffe/Getty Images)
Lamine Yamal dan Pau Curbasi (Foto: Getty Images/Jean Catuffe)
Medan -

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, memberikan pujian kepada dua talenta muda Barcelona, Lamine Yamal dan Pau Cubarsi. Menurutnya, keduanya sudah mampu tampil di level elite meski masih berusia sangat muda.

Yamal dan Cubarsi menjadi sosok penting di balik keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Keduanya selalu dipercaya tampil sejak babak penyisihan grup hingga partai final, membantu La Furia Roja meraih gelar juara dunia.

Prestasi istimewa juga berhasil ditorehkan oleh kedua pemain tersebut. Yamal dan Cubarsi tercatat sebagai pasangan pemain remaja pertama yang tampil sebagai starter di final Piala Dunia dan sukses mengakhiri turnamen dengan gelar juara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cubarsi bahkan dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026. Sementara itu, Yamal menyumbang satu gol sepanjang perjalanan Spanyol di turnamen tersebut.

Pencapaian kedua pemain ini dinilai luar biasa mengingat mereka baru berusia 19 tahun saat membawa negaranya menjadi kampiun dunia. Di usia yang relatif muda untuk level sepakbola tertinggi, Yamal dan Cubarsi justru telah menjadi bagian penting Barcelona sejak berusia 16 tahun dan mampu berkembang pesat bersama klub maupun tim nasional.

ADVERTISEMENT

Luis de la Fuente mengakui kualitas yang dimiliki dua pemain tersebut. Pelatih berusia 65 tahun itu menilai kemunculan pemain dengan kemampuan seperti Yamal dan Cubarsi merupakan fenomena yang sangat langka di dunia sepakbola.

"Seorang pemain sepakbola yang mencapai level elit atau super-elit pada usia tersebut sangat istimewa. Pemain yang melakukan debut di liga utama pada usia tersebut cenderung lebih dewasa karena kami sudah mendapatkan gaji, kami memiliki tanggung jawab... sementara teman-teman Anda masih di sekolah menengah atau memulai kuliah," kata De la Fuente, dilansir detikSport dari AS Diario.



(nkm/nkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads