Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur dari jabatannnya. Desakan itu muncul karena Infantino dianggap hanya peduli dengan uang dan tak perduli dengan sepakbola.
Sederet kontroversi dilakukan Gianni Infantino saat perhelatan Piala Dunia 2026, mulai dari penerapan hydration break untuk slot iklan, hingga menganulir hukuman kartu merah pemain Amerika Serikat Folarin Balogun.
"Infantino tidak tertarik pada sepakbola, tetapi ia mendapat dukungan dari federasi-federasi karena tidak ada yang berani menentangnya," kata Bos LaLiga Javier Tebas dilansir detikSport dari A Bola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut pendapat saya, ya, saya pikir waktunya telah tiba [untuk mundur]! Namun dia mendapat dukungan dari sistem, dari federasi-federasi," dia menambahkan.
"Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang ingin kalah. Begitulah sistemnya dan sistem ini sakit dari akarnya. Dia seharusnya tidak bertahan di posisinya saat ini, tetapi keadaan mengharuskan dia untuk tidak mundur."
"Akhir-akhir ini di Amerika saya mendengar begitu banyak orang menentang Infantino, yang tidak setuju dengan apa yang dia lakukan. Mereka bersuara tapi tidak melakukan apa pun. Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau terlibat, karena mereka yang tetap diam sangat menyadari kerusakan yang diderita sepakbola," tegasnya.
Ia juga menilai FIFA juga terkesan kehilangan power di hadapan Amerika Serikat selaku tuan rumah Piala Dunia 2026. Penangguhan kartu merah Balogun terjadi setelah ada intervensi dari Gedung Putih. Belum lagi wasit Somalia Omar Artan yang ditolak masuk AS.
Kritik keras kepada Infantino semakin menggema dengan wacana Piala Dunia diikuti 64 tim untuk tahun 2030. Penambahan jumlah peserta dianggap sebagai cara FIFA mendulang cuan lebih, utamanya dari tiket pertandingan yang lebih banyak.
