Perjalanan Lionel Messi di Piala Dunia 2026 berakhir dengan hasil yang pahit. Selain gagal membawa Argentina mempertahankan gelar juara, megabintang berusia 39 tahun itu juga kehilangan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia setelah disalip Kylian Mbappe.
Argentina harus mengakui keunggulan Spanyol 0-1 pada final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7) dini hari WIB.
Gol semata wayang Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan kemenangan La Furia Roja. Sementara itu, Messi kesulitan memberikan pengaruh besar sepanjang pertandingan dan tidak mampu menciptakan peluang berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Final tersebut menjadi laga puncak ketiga Messi di ajang Piala Dunia setelah sebelumnya tampil pada edisi 2014 dan 2022. Dari tiga kesempatan itu, ia hanya sekali mengangkat trofi, yakni saat membawa Argentina menjadi juara pada Piala Dunia 2022.
Sepanjang turnamen kali ini, perjalanan Messi diwarnai pasang surut. Ia sempat mencatatkan sejarah sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia sebelum akhirnya rekor tersebut berpindah tangan.
Pada fase grup melawan Austria, Selasa (23/6), Messi mencetak dua gol yang membuat koleksi golnya di Piala Dunia menjadi 18, melewati rekor sebelumnya yang dipegang Miroslav Klose dengan 16 gol.
Namun, catatan tersebut tidak bertahan lama. Kylian Mbappe terus menambah pundi-pundi golnya hingga mengakhiri turnamen dengan total 22 gol sepanjang sejarah Piala Dunia, unggul satu gol atas Messi yang mengoleksi 21 gol.
Penyerang Prancis itu juga keluar sebagai top skor Piala Dunia 2026 setelah mencetak 10 gol sepanjang turnamen.
Meski gagal menutup Piala Dunia 2026 dengan trofi dan kehilangan rekor gol, warisan Messi bersama Timnas Argentina tetap dikenang sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah sepak bola.
Selain itu, Messi masih memegang rekor sebagai pemberi assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 12 assist.
