Carlo Ancelotti menyoroti kualitas Serie A alias Liga Italia yang dinilai kini kurang kompetitif. Hal itu disebut jadi satu faktor Timnas Italia kerap tampil kurang menggigit.
Dilansir detikSport, Ancelotti menyebut Serie A saat ini tidak lagi kedatangan pemain top asing, berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Sehingga Liga Italia kurang kompetitif dan berimbas absennya Gli Azzurri di tiga edisi Piala Dunia berturut-turut.
"Para pemain asing besar tidak lagi datang ke Italia. Di luar negeri, dengan hak siar TV yang besar dan investor yang kuat, terbentuk pasar yang lebih menarik," kata Ancelotti dilansir dari Il Giornale.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi itu membuat klub-klub Italia tak punya banyak uang untuk beli pemain-pemain top dengan harga mahal. Juventus masih memegang transfer pembelian termahal, ketika mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid seharga 117 juta Euro di tahun 2018.
Juventus pun memegang lima transfer pembelian termahal di Serie A. Setelah Ronaldo, ada Higuain, De Ligt, Vlahovic, dan Melo.
Seperti kata Carlo Ancelotti, perputaran bisnis di Serie A tidak greget. Klub-klub tidak belanja jor-joran, malah dalam beberapa tahun terakhir lagi tren rekrut pemain gratisan dan sudah berumur (di atas usia 30 tahun).
"Jadi di Serie A, sudah tidak ada lagi pemain-pemain internasional yang luar biasa," ujarnya.
"Ada Maradona, Platini, Krol, Rummenigge, Ronaldo, Ronaldinho, dan semua pemain hebat lainnya dari era lampau, tapi sekarang ini dari siapa para pemain muda Italia bisa belajar?" tutupnya.
Baca selengkapnya di sini
(mjy/mjy)
