Gubsu Soal Kerusuhan di Kanjuruhan: Tragedi yang Menyesakkan Dada

Gubsu Soal Kerusuhan di Kanjuruhan: Tragedi yang Menyesakkan Dada

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikSumut
Minggu, 02 Okt 2022 18:59 WIB
In this picture taken on October 1, 2022, a group of people carry a man after a football match between Arema FC and Persebaya Surabaya at Kanjuruhan stadium in Malang, East Java. - At least 127 people died at a football stadium in Indonesia late on October 1 when fans invaded the pitch and police responded with tear gas, triggering a stampede, officials said. (Photo by AFP) (Photo by STR/AFP via Getty Images)
Foto: AFP via Getty Images/STR
Medan -

Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan setidaknya 174 orang meninggal dunia menjadi luka mendalam bagi seluruh warga Indonesia. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi turut menyampaikan dukacita yang mendalam atas peristiwa itu.

"Sebuah tragedi yang sangat menyesakkan dada, duka yang sangat mendalam sangat saya rasakan atas terjadinya tragedi yang memakan korban nyawa hingga ratusan jiwa," kata Edy seperti dilihat dari Instagram miliknya, Minggu (2/10/2022).

Edy kemudian menyampaikan doa terhadap para korban dan keluarga korban yang ditinggalkan. Edy kemudian meminta agar peristiwa ini menjadi pelajaran.


"Mari bersama kita jadikan tragedi ini untuk sama-sama belajar dan berbenah agar kedepannya peristiwa memilukan ini tidak terulang kembali," ucap Edy.

Edy kemudian menyebut tidak ada pertandingan sepak bola yang sebanding dengan nyawa manusia. Untuk itu dia meminta semua pihak berbenah usai peristiwa ini terjadi.

"Mari bersama kita berbenah, tingkatkan rasa solidaritas dan sportifitas kita. Kalah menang biasa dalam pertandingan, akan tetapi nyawa manusia takkan bisa tergantikan," jelasnya.

Seperti diketahui, kerusuhan usai laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10) menyebabkan setidaknya 174 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia itu kebanyakan karena sesak nafas dan terinjak.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menyampaikan dukacita atas kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 129 orang. Jokowi juga memerintahkan PSSI menghentikan sementara kompetisi Liga 1.

"Saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan," kata Jokowi seperti dilansir dari detikNews.



Simak Video "Lee Min Ho hingga Sergio Ramos Turut Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(afb/afb)