Driver Taksi Online Dirampok di Deli Serdang Lalu Jasad Dibuang ke Asahan

Driver Taksi Online Dirampok di Deli Serdang Lalu Jasad Dibuang ke Asahan

Finta Rahyuni - detikSumut
Minggu, 25 Okt 2026 12:00 WIB
Tim gabungan usai menangkap kedua pelaku pembunuhan driver taksi online di Asahan.
Foto: Tim gabungan usai menangkap kedua pelaku pembunuhan driver taksi online di Asahan. (dok. Polres Asahan)
Medan -

Tim gabungan Polda Sumut dan Polres Asahan menangkap dua pelaku pembunuhan seorang pengemudi taksi online bernama Muhammad Imran (33). Korban awalnya dirampok di Kabupaten Deli Serdang, lalu jasadnya dibuang ke Asahan.

Dirreskrimum Polda Sumut Umum Kombes, Cornelius Mangarahon Simanjuntak mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari temuan jasad korban di Jalan Martil, Kelurahan Dadi Mulyo, Kecamatan Kisaran Barat, pada Kamis (22/10/2026) sekira pukul 12.30 WIB. Usai menerima informasi penemuan itu, polisi langsung turun ke lokasi untuk menyelidikinya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Cornelius, korban awalnya diduga dirampok di Jalan Kates, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (21/10) sekira pukul 05.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut terjadi di Jalan Kates, Kabupaten Deli Serdang. Korban diketahui bekerja sebagai pengemudi transportasi daring," kata Cornelius, Minggu (25/10).

Setelah kejadian, korban pun tak kunjung pulang ke rumah. Keluarga korban kehilangan kontak dengan korban selama kurang lebih 2 hari.

ADVERTISEMENT

Belakangan, jasad korban ditemukan di parit perkebunan di Asahan, usai dibuang para pelaku. Saat ditemukan, jasad korban mengalami sejumlah luka.

Selain itu, mobil dan ponsel milik korban juga tidak ditemukan di lokasi penemuan jasad.

Cornelius menyebut pihaknya pun menyelidiki kasus penemuan jasad korban itu. Tim gabungan melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah TKP, autopsi jasad korban, menganalisis CCTV hingga akhirnya mengantongi identitas para pelaku.

Perwira menengah Polri itu menjelaskan kedua pelaku ditangkap di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan, Jumat (23/10) sekira pukul 08.00 WIB. Keduanya, yakni MAH dan FSO.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua terduga pelaku diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," jelasnya.

Polisi kemudian mencari barang-barang korban yang dicuri para pelaku. Hasilnya, mobil korban ditemukan tim gabungan saat hendak dijual di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Sementara ponsel korban, kata Cornelius, diduga telah dijual para pelaku. Kini, petugas kepolisian tengah mendalaminya.

Selain menangkap para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan para pelaku saat beraksi, yakni pisau, gergaji kawat yang diduga digunakan sebagai alat penjerat, dan sarung tangan.

"Tim gabungan juga melakukan penyisiran untuk menemukan barang bukti yang diduga dibuang oleh para terduga pelaku selama perjalanan dari lokasi pembuangan jenazah menuju Medan," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, penemuan mayat pria di parit perkebunan kelapa sawit membuat geger warga di Kelurahan Dadi Mulyo, Kecamatan Kisaran Barat. Pada tubuh korban ditemukan luka tusuk dan luka sayat.

Sandi Riz Akbar mengatakan mayat tersebut pertama kali ditemukan warga pada Kamis (22/10) saat memanen kelapa sawit.

"Pemanen sawit PT BSP melihat ada mayat laki-laki dalam posisi telungkup di parit kebun sawit," ujar Sandi, Jumat (23/10).

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Diduga Cemburu, Anak Lurah Ditusuk Pacar Hingga Tewas di Gresik"
[Gambas:Video 20detik] (fnr/mjy)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads