Orang tua bocah kelas II sekolah dasar (SD) di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, melaporkan kematian anaknya ke polisi. Bocah tersebut ditemukan meninggal dunia dengan kondisi leher terikat di sebuah pohon di belakang rumahnya, Kecamatan Bukit Malintang, Madina.
Kasat Reskrim Polres Madina AKP Tri Boy A Siahaan mengatakan, ayah korban telah membuat laporan polisi terkait peristiwa tersebut pada Kamis (15/10/2026).
"Ayah korban yang membuat laporan polisi ke Polres Madina," ucap Tri Boy saat dikonfirmasi detikSumut melalui telepon seluler, Sabtu (17/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap peristiwa tersebut.
"Saat ini sedang kita selidiki," ujarnya.
Tri Boy mengatakan, pihak kepolisian menangani kasus tersebut secara profesional dan hati-hati karena melibatkan anak di bawah umur.
Dia meminta masyarakat tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kematian bocah tersebut. Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa itu
Sebelumnya diberitakan, NAL (7) ditemukan meninggal dunia di belakang rumah orang tuanya dengan leher terlilit tali. Polisi melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Tri Boy A Siahaan mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/10) sekira pukul 11.30 WIB. Korban pertama kali ditemukan di belakang rumah orang tuanya.
"Korban ditemukan di belakang rumah orang tuanya," ungkap Tri Boy, Jumat (2/10).
Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP). Saat petugas tiba, korban telah dibawa ke puskesmas.
"Sebelum petugas tiba, korban telah diturunkan oleh warga dan dibawa ke Puskesmas Malintang untuk mendapatkan pemeriksaan medis," ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal oleh tenaga medis, ditemukan tanda lilitan pada bagian leher korban. Saat ditemukan, korban diketahui masih mengenakan seragam sekolah.
"Ditemukan tanda lilitan pada bagian leher korban, dengan baju sekolah," ujarnya.
Dalam kasus ini, polisi telah melakukan olah TKP, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengamankan barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
