Dituduh Bunuh Wanita Jepang, Marinir AS Ditangkap Polisi

Dituduh Bunuh Wanita Jepang, Marinir AS Ditangkap Polisi

Yulida Medistiara - detikSumut
Minggu, 04 Okt 2026 19:00 WIB
The dead womans body. Focus on hand
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Seorang Marinir Amerika Serikat (AS) bernama Devin Jacob Ballard ditangkap polisi. Devin ditangkap karena membunuh Anna Yagi (39 tahun) di sebuah hotel di ibu kota Naha, Jepang.

Peristiwa pembunuhan oleh Marinir yang bertugas di Pangkalan Udara Korps Marinir Futenma di prefektur paling selatan Jepang terjadi pada Sabtu (4/10) waktu setempat. Tidak hanya membunuh, pelaku juga melakukan pencurian.

"Tersangka membunuh wanita berusia 39 tahun di sebuah hotel di Naha dan mencuri dompetnya pada hari Sabtu," kata juru bicara kepolisian setempat, dilansir AFP, Minggu (4/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Duta Besar AS George Glass melalui media sosialnya mengaku telah menelepon dengan Kementerian Luar Negeri Jepang dan Gubernur Okinawa. Ia menelepon untuk menyampaikan, "belasungkawa tulus kami dan menjanjikan kerja sama penuh seiring berlanjutnya penyelidikan".

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Lembaga penyiaran publik NHK dan media Jepang lainnya, yang mengutip sumber penyelidikan melaporkan, rekaman CCTV dari dekat lokasi kejadian memperlihatkan seorang pria asing memasuki kamar bersama seorang wanita. Kemudian pria tersebut pergi membawa barang-barang milik wanita tersebut.

Polisi kemudian menemukan pria berusia 20 tahun itu, yang memiliki ciri-ciri sesuai dengan tersangka dalam rekaman. Polisi lalu memintanya untuk ikut secara sukarela ke kantor polisi setempat, di mana ia kemudian ditangkap, lapor NHK. Namun, Ballard disebut membantah tuduhan tersebut.

Diketahui, Amerika Serikat memiliki sekitar 54.000 personel militer yang ditempatkan di Jepang, sebagian besar di Okinawa.

Serangkaian kejahatan termasuk pemerkosaan, penyerangan, tabrak lari, dan kecelakaan akibat mengemudi dalam keadaan mabuk, yang melibatkan personel AS telah lama memicu protes di Okinawa dan sering kali menjadi sumber ketegangan dalam hubungan antara sekutu keamanan erat, Jepang dan AS.



(astj/astj)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads