Dikira Jadi Korban Perampokan, Pria di Batam Ternyata Lukai Diri Pakai Cutter

Dikira Jadi Korban Perampokan, Pria di Batam Ternyata Lukai Diri Pakai Cutter

Alamudin Hamapu - detikSumut
Rabu, 23 Sep 2026 20:39 WIB
-Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba dan Kanit Reskrim saat memberikan keterangan (dok Polsek)
Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba dan Kanit Reskrim saat memberikan keterangan (dok Polsek)
Batam -

Seorang pria berinisial RS di Kecamatan Bengkong, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), sempat mengaku menjadi korban perampokan atau pencurian dengan kekerasan (curas). Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa peristiwa tersebut ternyata tidak terjadi.

Kapolsek Bengkong AKP Tigor Dabariba mengatakan kejadian itu berlangsung di sebuah warung di kawasan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, pada Selasa (22/9) sekitar pukul 08.30 WIB. Berdasarkan keterangan awal, RS disebut berada di dalam warung ketika kemudian berteriak meminta pertolongan, dia menyebut ada maling dan mengaku menjadi korban pencurian.

"Korban kemudian menyampaikan bahwa dirinya telah menjadi korban pencurian dan meminta warga untuk keluar ke belakang," kata Tigor, Rabu(23/9/2206).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kronologi kejadian tersebut bermula dari warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian mendatangi RS. Setelah itu, RS tidak sadarkan diri dan dibawa ke RS Budi Kemuliaan untuk mendapatkan perawatan.

"Usai mendapat perawatan dan diperbolehkan pulang, RS dibawa keluarganya ke rumah kakak iparnya di Perumahan Green Nongsa City. Di sana, dia kembali menyampaikan kepada keluarga bahwa dirinya telah menjadi korban curas," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Polsek Bengkong bersama Jatanras Satreskrim Polresta Barelang kemudian melakukan penyelidikan. Petugas mendatangi lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 18.00 WIB.

Polisi memeriksa lokasi dan CCTV yang berada di sekitar warung. Dari pengecekan CCTV di sekitar lokasi, polisi tidak menemukan aktivitas maupun pergerakan yang mengarah pada terjadinya aksi curas.

"Setelah warung dibuka, personel melakukan pemeriksaan terhadap bagian dalam warung dan menemukan satu buah pisau cutter berwarna hitam," demikian hasil penyelidikan polisi.

Polisi selanjutnya mendatangi RS dan melakukan pendalaman serta klarifikasi terhadap korban dan istrinya. Hasilnya, RS akhirnya mengakui bahwa peristiwa curas yang sebelumnya disampaikan tidak benar terjadi.

"Luka-luka pada tubuhnya disebut merupakan akibat tindakan yang dilakukan sendiri menggunakan pisau cutter," ujarnya.

Dalam pemeriksaan, RS menerangkan tindakan tersebut dilakukan karena sejumlah persoalan. Polisi menyebut di antaranya masalah keluarga, utang piutang atau pinjaman online, kondisi ekonomi, serta perasaan kurang mendapatkan perhatian dari keluarga.

"Jadi alasan RS melakukan hal tersebut karena masalah keluarga, utang piutang atau pinjaman online, kondisi ekonomi," Ujarnyam

Polisi kemudian membawa RS ke Polsek Bengkong untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni satu buah pisau cutter warna hitam, dokumentasi dan hasil pengecekan CCTV di sekitar lokasi, serta dokumentasi TKP.

" Untuk proses selanjutnya, RS kita lakukan pembinaan kembalikan ke keluarga agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads