Viral Warga Batam di Kamboja Minta Dipulangkan, Mohon Bantuan Wali Kota

Viral Warga Batam di Kamboja Minta Dipulangkan, Mohon Bantuan Wali Kota

Alamudin Hamapu - detikSumut
Jumat, 11 Sep 2026 15:21 WIB
-Tangkapan layar video lima pria yang mengaku sebagai warga Batam dan meminta bantuan untuk dipulangkan dari Kamboja.(Istimewa)
Foto: -Tangkapan layar video lima pria yang mengaku sebagai warga Batam dan meminta bantuan untuk dipulangkan dari Kamboja.(Istimewa)
Batam -

Video sejumlah pria yang mengaku sebagai warga Batam dan meminta difasilitasi pulang dari Kamboja viral di media sosial. Pemerintah Kota (Pemkot) Batam kini menelusuri identitas serta keberadaan mereka sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Dilihat detikSumut, Jumat (11/9/2026), dalam video tersebut terlihat lima pria yang mengaku sedang berada di sebuah penampungan di Kamboja. Mereka menyampaikan permohonan kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra agar membantu memfasilitasi kepulangan mereka ke Indonesia.

"Kami, warga Batam yang saat ini berada di penampungan Kamboja, memohon kebijakan dan bantuan Bapak untuk memfasilitasi pemulangan kami ke Tanah Air," ujar salah seorang pria dalam video tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka juga berharap Pemko Batam dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk membantu proses pemulangan.

"Kami sangat berharap perhatian serta uluran tangan Bapak agar kami dapat segera kembali ke pelukan keluarga di Batam," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan identitas maupun status kelima pria dalam video tersebut. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri

Menurutnya, Pemko Batam perlu memastikan terlebih dahulu apakah mereka benar merupakan warga Batam, bagaimana mereka bisa berada di Kamboja, serta dalam rangka apa mereka berada di negara tersebut.

"Yang namanya enggak tahu. Datanya tak ada. Makanya video itu juga saya kirimkan ke kementrian luar negeri untuk dipastikan dulu mereka dalam rangka apa di sana," kata Rudi, Jumat (11/9/2026).

Rudi mengatakan penelusuran diperlukan karena informasi yang beredar baru sebatas pengakuan dalam video. Pemko Batam belum menerima data identitas yang dapat digunakan untuk melakukan pengecekan.

"Jalur dia ke sana (Kamboja) bagaimana? Apakah resmi? Terus nama-namanya siapa? Suara kan enggak bisa dideteksi siapa namanya bagaimana," ujarnya.

Pemko Batam juga belum menerima laporan dari keluarga yang mengaku memiliki anggota keluarga dalam video tersebut.Rudi mengimbau masyarakat yang merasa mengenali atau memiliki anggota keluarga yang berada dalam video tersebut untuk segera menyampaikan informasi kepada Pemko Batam.

"Kalau ada yang keluarganya mungkin boleh disampaikan ke kita, biar kita koordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri," ujarnya.

Dia menjelaskan, apabila identitas mereka telah diketahui, pemerintah dapat melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri keberadaan dan persoalan yang mereka hadapi di Kamboja.

"Langkah pertama kita sudah koordinasi dengan Kemenlu. Kita telusuri siapa, datanya siapa, terus dalam rangka apa dia ke sana, terus siapa yang memberangkatkan, terus permasalahan dia di sana apa sebetulnya," jelasnya.

Menurut Rudi, koordinasi dengan pemerintah pusat diperlukan karena persoalan warga negara Indonesia yang berada di luar negeri menjadi kewenangan yang melibatkan perwakilan diplomatik dan instansi terkait.

"saat ini masih menunggu hasil penelusuran mengenai identitas kelima pria tersebut serta alasan mereka berada di Kamboja," ujarnya

Rudi menegaskan pemerintah tidak dapat langsung mengambil langkah pemulangan hanya berdasarkan video yang beredar tanpa mengetahui identitas dan kondisi sebenarnya.

"Kita pastikan dulu atau ditelusuri dalam rangka apa di sana," ujarnya.



(nkm/nkm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads